KALIMANTAN BARAT — Desakan evaluasi ini menyusul pernyataan Ulta yang mempertanyakan kemungkinan faktor asing di balik erupsi enam gunung api yang terjadi hampir bersamaan. Ia turut menyinggung proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) serta mengaitkannya dengan pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok.
Narasi yang Berpotensi Merusak Hubungan Bilateral
"Saya berharap Prabowo melakukan evaluasi terhadap Ulta Levina kalau dianggap pernyataannya tersebut tidak benar dan berisiko mengganggu hubungan baik dengan negara lain," kata Fernando kepada awak media, Selasa (8/9).
Fernando menilai narasi yang disampaikan Ulta tidak berdasar dan dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap negara lain. Menurutnya, spekulasi semacam ini justru kontraproduktif dengan klaim pemerintah selama ini mengenai posisi Indonesia yang semakin disegani di kancah global.
Pernyataan yang Membuka Ruang Keresahan Publik
Ia mempertanyakan kapasitas dan dasar analisis Ulta dalam menyampaikan dugaan campur tangan asing. "Narasi tersebut akan sangat mungkin membuat hubungan Indonesia dengan negara-negara lain tidak baik karena memancing spekulasi terhadap siapa saja yang mendengarnya," jelas Fernando.
Lebih lanjut, Fernando menyoroti konsekuensi bila dugaan itu ternyata benar. "Apa semua yang disampaikan Presiden Prabowo hanya omon-omon saja?" ujarnya.
Saran Agar Masukan Disampaikan Secara Hati-hati
Fernando menyarankan agar Ulta menyampaikan analisis secara hati-hati kepada Presiden, terutama untuk isu yang berdampak pada hubungan luar negeri dan keamanan masyarakat. "Pernyataan Ulta Levina akhirnya mengungkap bahwa selama ini Prabowo hanya berhalusinasi terkait semakin disegani dan dihormati oleh negara-negara lain," katanya.
Pengakuan Ulta soal Teori Konspirasi
Sebelumnya, pernyataan Ulta yang diunggah di akun Instagram miliknya memang menuai sorotan. Ia mengaku menyadari pandangannya berpotensi dikategorikan sebagai teori konspirasi. "Walau gak ada bukti ilmiah yang kredibel, tapi otak skeptis pasti berpikir atau setidaknya entertain pemikiran," tulis Ulta.
Dalam pernyataannya, Ulta menyebut dirinya pribadi yang skeptis dan tidak ingin menerima penjelasan umum. Ia kemudian mengaitkan HAARP—proyek penelitian ionosfer yang pernah melibatkan lembaga AS—dengan spekulasi kemampuan memengaruhi fenomena alam.
Hingga berita ini diturunkan, KSP belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan evaluasi tersebut. Pernyataan Ulta dinilai sejumlah pihak tidak tepat disampaikan oleh pejabat publik karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.