Jasa Marga Catat 647,5 Juta Transaksi Kendaraan di Tol Sepanjang Semester I-2026

Penulis: Oman Sudirman  •  Selasa, 01 September 2026 | 16:55:31 WIB
Jasa Marga mencatat 647,5 juta transaksi kendaraan di jalan tol sepanjang semester I-2026.

KALIMANTAN BARAT — Peningkatan volume lalu lintas ini beriringan dengan perluasan jaringan yang terus berjalan. Hingga akhir Juni 2026, Jasa Marga telah mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol, dari total konsesi 1.736 kilometer yang dimiliki. Porsi tersebut setara dengan 42 persen dari seluruh jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Jaringan Tol Kini 1.294 Kilometer

Untuk mempertahankan posisi sebagai market leader, Jasa Marga mempercepat pembangunan sejumlah ruas baru. Yang menjadi prioritas antara lain Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, serta Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi.

Proyek-proyek ini dirancang tidak sekadar menambah panjang jalan, tetapi juga menghubungkan simpul logistik, kawasan industri, dan destinasi wisata. Harapannya, konektivitas yang lebih baik bisa membangkitkan lalu lintas baru sekaligus melancarkan rantai pasok nasional.

Volume Lalu Lintas Naik 1,7 Persen

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, mengatakan pencapaian semester I-2026 menjadi bukti komitmen perusahaan menjaga kesehatan finansial dan pertumbuhan bisnis. Menurut dia, peningkatan volume lalu lintas juga menjadi indikator potensi pertumbuhan jaringan yang dikelola perseroan.

“Pencapaian semester I-2026 merupakan komitmen perseroan dalam menjaga kesehatan finansial dan pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan peningkatan layanan kepada masyarakat,” ujar Rivan dalam keterangan tertulis yang dirilis 1 September lalu.

Ia menambahkan, pembangunan jalan tol tidak dipandang per ruas, melainkan sebagai satu kesatuan jaringan yang saling terhubung. Optimalisasi konektivitas antarruas menjadi kunci untuk menggenjot utilisasi jaringan dan mendorong aktivitas ekonomi di koridor yang dilayani.

Transformasi Layanan: Dari Infrastruktur ke Pengalaman

Di sisi pelayanan, Jasa Marga menggeser paradigma dari sekadar penyedia infrastruktur menjadi pembangun budaya perjalanan yang berkesan. Ada tiga pilar utama yang dijalankan: melindungi perjalanan, mendukung kenyamanan, dan menyediakan informasi yang andal.

Pada aspek perlindungan, perusahaan memperkuat pemeliharaan jalan dengan teknologi presisi tinggi. Armada inspeksi Hawkeye dan sistem digital Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System (TROOPS) digunakan untuk mendeteksi kerusakan perkerasan lebih dini, sehingga perbaikan bisa dilakukan cepat dan terstandar.

Untuk kenyamanan, Jasa Marga mengembangkan rest area sebagai destinasi, bukan sekadar tempat transit. Penataan kawasan, rejuvenasi fasilitas, penguatan UMKM, penambahan SPKLU untuk kendaraan listrik, hingga pengelolaan sampah terpadu dan koridor hijau menjadi bagian dari upaya tersebut.

Adapun untuk layanan informasi, Jasamarga Tollroad Command Center menjadi pusat integrasi data lalu lintas real-time. Informasinya disalurkan lewat aplikasi Travoy, siaran Travoy FM, dan papan Dynamic Message Sign (DMS) di sepanjang jalan tol.

Ekosistem ini memberi pengguna jalan estimasi waktu tempuh, rute alternatif, hingga akses bantuan darurat secara lebih cepat dan tepat. Jasa Marga berharap kombinasi perluasan jaringan dan peningkatan layanan dapat menjaga pertumbuhan volume lalu lintas tetap berkelanjutan di tengah aktivitas ekonomi yang terus bergerak.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top