KALIMANTAN BARAT — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mencatatkan hasil nyata dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada kemandirian ekonomi desa. Sepanjang 2024, Balkondes Karangrejo di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, membukukan omzet hingga Rp3,6 miliar dengan 80 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal yang telah terlatih.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menegaskan bahwa penguatan kapasitas masyarakat adalah kunci utama agar program tidak berhenti saat pendampingan selesai. "Ketika ekonomi desa tumbuh, masyarakat semakin berdaya dan keberlanjutan program dapat terus berjalan melalui peran aktif masyarakat itu sendiri," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (5/9/2026).
Balkondes Karangrejo tidak hanya mengelola homestay dan restoran, tetapi juga menjual paket wisata seperti tur VW Safari, bersepeda, arung jeram, hingga edukasi pertanian. Pendapatan dari aktivitas ini turut mengalir ke kas desa melalui Pendapatan Asli Desa (PADes), yang digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan warga.
Dukungan PGN di kawasan tersebut juga menyentuh aspek infrastruktur energi. Perusahaan menghadirkan sistem Compressed Natural Gas (CNG) cluster untuk memenuhi kebutuhan energi sekitar 150 rumah tangga serta panel surya yang menyuplai sebagian listrik kawasan Balkondes. Langkah ini memastikan aktivitas ekonomi berjalan selaras dengan prinsip lingkungan.
Model pengembangan lain yang dijalankan PGN adalah Suadesa Festival. Pada edisi 22-23 Agustus 2026, acara ini berhasil menarik 2.792 pengunjung dan menghasilkan total perputaran ekonomi mencapai Rp1,815 miliar. Festival ini menjadi ruang temu antara UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan pemangku kepentingan untuk memperluas akses pasar produk desa.
Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, menjelaskan bahwa festival ini dirancang sebagai ekosistem yang menghubungkan potensi desa dengan khalayak luas. "Suadesa digelar bukan sekadar festival, tetapi menjadi ruang bersama untuk mempertemukan potensi desa dengan masyarakat yang lebih luas," ungkapnya. Aspek keberlanjutan juga diintegrasikan lewat pengelolaan sampah, di mana sebanyak 331,6 kilogram sampah berhasil dikumpulkan untuk dipilah dan didaur ulang menjadi barang bernilai guna.
Di Sumatera Selatan, PGN menggelar Program Inovasi Sosial Pendekar Dewa di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim. Inisiatif ini memperkuat rantai nilai komoditas karet, mengembangkan UMKM, serta mendorong kawasan Danau Kemiri sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.
Dampak ekonominya terlihat signifikan. Pendapatan petani karet yang terlibat dalam program mencapai Rp57,6 juta per tahun pada 2025, meningkat 33,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Danau Kemiri mencatat 6.554 kunjungan sepanjang 2025 dengan pendapatan wisata Rp92,48 juta, melonjak 191 persen dari periode sebelumnya.
Menurut Krisdyan, keberhasilan pengembangan ekonomi desa bergantung pada pemahaman mendalam atas karakter dan kebutuhan spesifik masyarakat setempat. Dengan pendekatan yang tepat, potensi lokal dapat bertransformasi menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan warga.