PONTIANAK — Staf Bidang Ekonomi Setda Kalimantan Barat, Tere Widi, menyampaikan capaian tersebut dalam forum diskusi grup bertema "Kolaborasi Publik Mendorong Investasi Inklusif dan Berkelanjutan di Kalbar". Forum itu digelar Sekber Satu Kata. Menurut Tere, serapan triwulan I itu baru sekitar seperlima dari total target yang ditetapkan Kementerian Investasi/BKPM.
"Dari target 2026 tersebut, realisasi investasi Kalbar pada Triwulan I 2026 telah mencatatkan angka sebesar Rp11,69 triliun atau sekitar 21,17 persen dari total target yang ditetapkan," kata Tere Widi.
Pada 2025, realisasi investasi Kalbar menembus target yang dipatok. Nilainya mencapai Rp51,36 triliun, jauh di atas target Rp30,39 triliun. Tere menyebut capaian itu perlu diikuti komitmen pelaku usaha agar investasi berdampak pada kesejahteraan warga.
"Dengan tercapainya realisasi lebih dari 100 persen pada tahun 2025 lalu, pemerintah meminta komitmen pengusaha untuk memberikan dampak ke masyarakat, terutama kesejahteraannya. Komitmen pengusaha untuk tak hanya berinvestasi, tapi juga memberikan kontribusi ke masyarakat," ujarnya.
Pemerintah mewajibkan perusahaan besar membangun kemitraan dengan UMKM. Ketentuan itu dinilai penting agar pertumbuhan investasi membuka ruang bagi pelaku usaha lokal. Tere menegaskan kolaborasi lintas pihak menjadi kunci.
"Kalbar masih sangat terbuka untuk investasi, pengusaha harus melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, pemerintah dan masyarakat. Kemitraan dengan UMKM harus ditingkatkan," katanya.
Posisi Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadi modal tersendiri. Infrastruktur perdagangan seperti Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah memperkuat konektivitas logistik dengan pasar internasional. Kawasan perbatasan dinilai bisa diarahkan bukan hanya sebagai jalur keluar-masuk orang dan barang.
Pemerintah daerah mendorong kawasan itu tumbuh sebagai ruang perdagangan, jasa, pariwisata, dan investasi lintas negara. Optimalisasi potensi strategis daerah diharapkan memperluas rantai ekonomi. Dengan begitu, manfaat investasi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Barat.