PHE Targetkan FID Proyek CCS Lintas Negara dalam Tiga Tahun

Penulis: Mustofa Kamal  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:22:01 WIB
PHE menargetkan keputusan investasi akhir proyek CCS lintas batas komersial pertama di Asia-Pasifik dalam dua hingga tiga tahun.

KALIMANTAN BARAT — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menargetkan keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) proyek penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) lintas batas komersial pertama di Asia-Pasifik dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Target itu disampaikan Direktur Investasi dan Pengembangan Bisnis PHE Dannif Utojo Danusaputro di Japan CCUS Summit 2026 di Tokyo, Jepang, Senin (19/10). Bagi Indonesia, proyek ini menjadi pintu masuk membangun industri rendah karbon sekaligus memanfaatkan potensi penyimpanan geologis yang besar.

Tokyo, Jepang — PHE menegaskan komitmennya mendukung target dekarbonisasi kawasan Asia melalui pengembangan teknologi CCS. Perusahaan menganggap kerja sama lintas batas bukan sekadar transaksi komersial penyimpanan karbon, melainkan kemitraan strategis jangka panjang yang menuntut investasi besar sejak tahap awal.

Dannif menjelaskan, pembangunan hub CCS memerlukan studi karakterisasi, pengeboran sumur, fasilitas injeksi, hingga infrastruktur transportasi. Karena itu, penyedia fasilitas penyimpanan seperti Pertamina butuh kepastian volume emisi, kesiapan fasilitas penangkapan di pihak industri, dan kontrak kerja sama berjangka panjang.

Tiga Pilar Kepercayaan Investor Jepang

Menurut Dannif, kunci realisasi CCS lintas batas bukan semata ketersediaan kapasitas penyimpanan. Yang menentukan adalah kepastian dan kepercayaan investasi untuk kurun 20 hingga 30 tahun ke depan.

"Bagi investor dan industri penghasil emisi di Jepang, kepercayaan dibangun di atas tiga pilar utama, yakni kepastian regulasi untuk mengelola risiko jangka panjang, kejelasan kelembagaan yang terkoordinasi dan transparan dalam pengelolaan perizinan hingga pengawasan lintas batas, serta kelayakan finansial jangka panjang (bankability)," ujar Dannif dalam forum bertajuk "From Partnerships to Projects: Delivering Cross-Border CCS between Japan and Asia".

Dari sisi penyedia fasilitas, PHE mendorong pengembang proyek membangun kepercayaan lewat transparansi, mengembangkan infrastruktur berskala hub, berkolaborasi erat dengan pemerintah, dan mengagregasi kemitraan jangka panjang.

Uji Nyata di Proyek Pertama

FID proyek perdana menjadi milestone yang paling ditunggu. Jika berhasil, proyek itu akan membuktikan CO? bisa ditangkap di satu negara, diangkut aman melintasi batas negara, dan disimpan permanen di bawah kerangka regulasi yang andal.

"Jika proyek pertama ini berhasil membuktikan bahwa CO? dapat ditangkap di satu negara, diangkut secara aman melintasi batas negara, dan disimpan secara permanen di bawah kerangka regulasi yang andal, maka pasar akan bergerak cepat dari tahap diskusi menuju replikasi," papar Dannif.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, akan memvalidasi kerangka regulasi, model bisnis, solusi teknis, hingga struktur kemitraan. Pasar dinilai akan beralih dari diskusi ke replikasi begitu proyek pertama terbukti berjalan.

Untung untuk Jepang dan Indonesia

Kolaborasi ini selaras dengan visi Asia Zero Emission Community (AZEC). Jepang memperoleh kepastian solusi penyimpanan emisi jangka panjang, sementara Indonesia berpeluang membangun industri baru bernilai tambah yang rendah karbon.

"Bersama pemerintah, kami berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai hub CCS regional yang andal dan terpercaya untuk mendukung perjalanan dekarbonisasi di Asia," ujar Dannif.

Posisi geologis Indonesia yang strategis di dekat pusat industri utama Asia menjadi modal utama. Dengan target FID dalam dua hingga tiga tahun, proyek CCS lintas batas pertama di Asia-Pasifik akan menjadi tolok ukur apakah kerangka regulasi dan model bisnis karbon lintas negara benar-benar bisa direplikasi di kawasan.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top