Pencarian

Celah WPSplinter di Chipset Broadcom Ancam Ratusan Juta Router Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 12:52:31 WIB
Celah WPSplinter di Chipset Broadcom Ancam Ratusan Juta Router Dunia
Peneliti keamanan siber Quentin Kaiser memaparkan temuan celah WPSplinter pada konferensi Hexacon di Paris.

KALIMANTAN BARAT — Peneliti keamanan siber Quentin Kaiser membeberkan celah WPSplinter yang membuka akses remote code execution pada router berbasis chipset Broadcom, berpotensi menjangkau ratusan juta unit di seluruh dunia. Kerentanan yang sudah diketahui Broadcom sejak 2018 ini tidak pernah masuk jalur patch karena perusahaan menolak menerbitkan CVE resmi. Temuan dipaparkan di konferensi Hexacon, Paris, dan menyorot rantai pasok pembaruan firmware yang rapuh.

Peneliti keamanan siber Quentin Kaiser memaparkan temuan celah keamanan yang ia beri nama WPSplinter dalam sesi konferensi Hexacon di Paris. Nama tersebut dipilih sendiri oleh Kaiser karena Broadcom menolak menerbitkan CVE identifier untuk kerentanan yang bersarang di kode lama fitur Wi-Fi Protected Setup (WPS) miliknya.

Menurut Kaiser, perangkat yang rentan tersebar di berbagai merek global, mulai dari Cisco, TP-Link, Netgear, Sagemcom, Nokia, ZTE, hingga Zyxel. Router-router itu dipakai sejumlah ISP dunia seperti Movistar, Optus, KPN, dan Türk Telekom. Estimasi sementara ia menyebut angka ratusan juta unit terpapar.

Bagaimana Celah WPSplinter Bekerja

Masalahnya bukan pada protokol WPS secara umum, melainkan pada cara Broadcom menulis kode fitur tersebut. Kode itu gagal memproses pertukaran pesan tertentu sehingga penyerang bisa membaca memori router dan mengeksekusi kode berbahaya dari jarak jauh.

Serangan bisa dilancarkan hanya dengan berada dalam jangkauan sinyal radio Wi-Fi. Tidak perlu kata sandi jaringan, tidak perlu menekan tombol pairing WPS, dan tidak ada interaksi dari pemilik perangkat.

Dalam demonstrasi teknisnya, Kaiser menarik kunci Wi-Fi dari memori NVRAM router Askey TCG3000 milik operator Orange Belgium. Ia juga membuka remote shell penuh secara nirkabel pada router Sagemcom Proximus BBOX3V+ tanpa koneksi internet sama sekali.

Delapan Tahun Tanpa Perbaikan di Perangkat Konsumen

Broadcom mengaku sudah mengetahui cacat kode ini sejak 2018 dan telah menggantinya di lini produk baru. Namun perbaikan itu tidak pernah sampai ke router yang sudah terpasang di rumah konsumen.

Penolakan Broadcom menerbitkan CVE membuat laporan kerentanan tidak masuk ke patch pipeline yang menjadi acuan produsen router maupun ISP. Akibatnya, tidak ada jalur pembaruan yang menyentuh perangkat terdampak.

Kaiser melaporkan temuan ini ke Broadcom pada Juli lalu. Sampai pemaparan di Hexacon, tidak ada identitas kerentanan resmi yang dirilis perusahaan.

Peran AI dalam Perburuan Bug Lama

Alat berbasis kecerdasan buatan membantu Kaiser mengidentifikasi dan merumuskan eksploitasi bug rumit ini dalam waktu kurang dari sepekan. Pekerjaan serupa yang dikerjakan manual biasanya memakan berbulan-bulan.

Firmware router dulu relatif terlindungi oleh security through obscurity, yakni keamanan yang bergantung pada kerumitan dan terisolasinya kode. Kehadiran AI memangkas hambatan itu, baik bagi peneliti keamanan maupun pelaku serangan.

Langkah yang Perlu Diambil Pengguna

Mengganti kata sandi Wi-Fi tidak menolong karena serangan terjadi sebelum proses otentikasi login. Mematikan fitur WPS juga disarankan, tetapi Kaiser memperingatkan langkah itu belum tentu menonaktifkan kode Broadcom yang rentan di dalam sistem.

Konfigurasi paling aman menurut Kaiser adalah mengubah router bawaan ISP ke Mode Bridge, lalu mematikan pemancar sinyal Wi-Fi bawaannya. Setelah itu, pengguna bisa memasang router pribadi yang tersambung lewat kabel dan rutin menerima update keamanan.

Kaiser telah mengunggah script pendeteksi di GitHub agar pengelola jaringan bisa memeriksa apakah perangkat mereka terdampak WPSplinter. Bagi pasar Indonesia, temuan ini relevan karena banyak router bawaan ISP lokal memakai chipset Broadcom dengan siklus pembaruan firmware yang tidak transparan.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks