KALIMANTAN BARAT — An Se-young menempati peringkat satu dunia tunggal putri BWF selama 169 pekan, dengan 107 di antaranya beruntun. Pebulu tangkis Korea Selatan berusia 24 tahun itu kini memburu rekor 245 pekan milik Susi Susanti.
An Se-young pertama kali menerobos panggung global pada usia 17 tahun lewat gelar New Zealand Open 2019. Sejak itu, trofi demi trofi terus mengalir, sampai akhirnya ia menguasai puncak ranking BWF pada 1 Agustus 2023.
Posisi teratas sempat lepas dua pekan pada Oktober 2024. Di luar periode itu, An Se-young tak tergoyahkan di nomor tunggal putri — sebuah konsistensi yang jarang terjadi di sektor mana pun.
Menurut data Badminton Ranks, An Se-young masih tertinggal jauh dari tunggal putri paling dominan sepanjang sejarah. Susi Susanti memegang rekor peringkat satu terlama dengan 245 pekan, disusul Tai Tzu-ying dengan 214 pekan.
Selisihnya memang belum tipis. Tapi dengan usia baru 24 tahun, tak banyak pihak berani bertaruh An Se-young gagal melampaui dua nama besar tersebut.
Penampilan An Se-young sepanjang tahun ini nyaris sempurna. Dari 10 turnamen BWF World Tour yang diikuti, ia hanya kalah sekali, yakni dari Wang Zhi Yi di final All England. Di Japan Open, ia mundur di babak 16 besar karena cedera.
Selain sembilan gelar tersebut, pebulu tangkis asal Korea Selatan itu juga berdiri di podium tertinggi Kejuaraan Asia beregu dan perorangan, merebut emas individu Asian Games, serta mengangkat Piala Uber.
Rapor pertemuannya melawan para rival menjelaskan supremasinya dengan angka telanjang:
Rekor peringkat satu bukan satu-satunya sejarah yang sudah ditulis ulang. An Se-young mengoleksi 47 gelar usai menjuarai Denmark Open pada minggu kedua Oktober 2026, melampaui catatan Susi Susanti (46).
Angka itu langsung menjauh sepekan kemudian ketika ia menguasai French Open. Dua gelar beruntun dalam rentang singkat menegaskan bahwa laju An Se-young belum menunjukkan tanda melambat.
Media China, Sina Sport, sampai memberi pujian tinggi atas dominasi tersebut.
"Tidak ada lagi rintangan di jalurnya. An Se-young bukan lagi sekadar peringkat satu tunggal putri dunia. Dia sudah menulis ulang sejarah bulu tangkis. Ketika kita bicara olahraga ini di masa depan, maka nama An Se-young tidak mungkin dilupakan," tulis Sina Sport.
Bagi tunggal putri Indonesia, catatan An Se-young menjadi alarm tersendiri. Putri Kusuma Wardani belum sekali pun menang dalam 10 pertemuan, dan itu menggambarkan jarak yang harus dikejar para pemain Tanah Air.
Pertanyaannya kini sederhana: berapa lama lagi An Se-young bertahan di puncak? Dengan usia 24 tahun dan laju trofi seperti sekarang, rekor 245 pekan milik Susi Susanti bukan lagi angka yang mustahil disentuh.