KALIMANTAN BARAT — Apple meluncurkan MacBook Pro dengan layar sentuh pada Rabu (28/10/2026), menjadikannya laptop Mac pertama yang mengadopsi input langsung setelah lebih dari satu dekade menolak teknologi tersebut. Peluncuran ini membalik posisi sejumlah petinggi Apple yang pernah secara terbuka menyebut layar sentuh tidak cocok untuk laptop. Bagi pengguna, keputusan Apple menandai pergeseran arah desain Mac yang selama ini dijaga ketat.
Apple merilis MacBook Pro anyar pada Rabu (28/10/2026) dengan layar sentuh sebagai fitur utama. Langkah tersebut menutup periode panjang ketika perusahaan dengan tegas menolak menggabungkan panel sentuh ke dalam komputer portabelnya.
Selama lebih dari satu dekade, sejumlah eksekutif Apple melontarkan pernyataan yang menyebut layar sentuh tidak cocok diaplikasikan ke laptop. Argumen mereka berulang: permukaan vertikal melelahkan lengan, dan pengalaman pengguna tidak membaik.
Jejak Penolakan Sejak Era Steve Jobs
Steve Jobs membahas topik ini dalam acara "Back to the Mac" pada Oktober 2010. Ia menjelaskan alasan Mac hanya memakai trackpad multitouch dan bukan layar sentuh, seperti yang dilakukan sejumlah pembuat laptop Windows saat itu.
"Kami sudah melakukan banyak pengujian pengguna soal ini, dan ternyata ini tidak berguna. Permukaan sentuh semestinya tidak vertikal. Ini cocok untuk dipamerkan, namun setelah dipakai beberapa saat anda akan lelah, dan jika dipakai dalam jangka panjang, lengan anda akan terasa sangat pegal," ujar Jobs saat itu.
Pada April 2012, Tim Cook mengejek Windows 8 beberapa saat sebelum sistem operasi tersebut diluncurkan. "Anda bisa menggabungkan panggangan dan kulkas, namun hal itu mungkin tidak akan disukai oleh pengguna," jelas Cook yang saat itu menjabat CEO Apple.
Kritik Federighi dan Ternus
Dua tahun kemudian, saat ulang tahun Mac ke-30, Craig Federighi yang kala itu menjabat Senior Vice President of Software Engineering Apple kembali menegaskan sikap serupa. "Ini sangat mudah untuk membenamkan layar sentuh di perangkat itu, namun apakah hal itu memberikan pengalaman pengguna yang bagus? Kami pikir tidak," jelas Federighi.
Penolakan berlanjut hingga Oktober 2021. John Ternus, yang saat itu menjabat Senior Vice President of Hardware Engineering, mengatakan Apple sudah punya perangkat layar sentuh yang dioptimalkan, yakni iPad.
"Kami membuat komputer dengan layar sentuh terbaik di dunia lewat iPad. Perangkat ini sangat dioptimalkan untuk hal itu. Dan Mac sangat dioptimalkan untuk input tidak langsung. Kami benar-benar belum punya alasan untuk mengubah hal itu," kata Ternus kepada Wall Street Journal saat itu.
Mengapa Kritik Itu Dulu Masuk Akal
Ulasan Windows 8 pada masanya memang tidak bagus. TechCrunch menulis bahwa layar sentuh dan PC desktop tidak cocok digabungkan. Pada Agustus 2013, Computerworld melaporkan pengguna Windows 8 mengeluh ke Microsoft karena tidak menyukai PC Windows 8 berlayar sentuh.
Konteks itu menjelaskan mengapa Apple bertahan lama pada posisinya. Perusahaan tidak hanya bicara soal preferensi desain, tetapi juga soal pengalaman pakai yang dinilai belum matang di perangkat pihak ketiga.
Yang Berubah pada 2026
Peluncuran MacBook Pro layar sentuh menunjukkan Apple menilai kondisi sudah berbeda. Perusahaan belum merinci bagaimana input sentuh diintegrasikan dengan macOS, apakah terbatas pada aplikasi tertentu atau berlaku menyeluruh.
Apple juga belum mengungkap ketersediaan pasar Indonesia maupun harga jual perangkat. Informasi yang tersedia sejauh ini baru seputar peluncuran global pada 28 Oktober 2026.
Bagi pelaku bisnis digital, keputusan Apple berpotensi mendorong pengembang aplikasi produktivitas dan kreatif menyesuaikan antarmuka untuk input sentuh di layar besar. Pengguna Mac yang terbiasa dengan keyboard dan trackpad pun mendapat opsi baru yang sebelumnya tidak ada di ekosistem Apple.
Langkah ini juga menempatkan MacBook Pro bersaing lebih langsung dengan laptop Windows convertible yang lebih dulu mengusung layar sentuh. Apple tampaknya siap menerima bahwa prediksi para petingginya satu dekade lalu tidak lagi berlaku untuk produk terbarunya.