SINTANG — Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap, menyatakan Musyawarah Pastoral menjadi kesempatan menghimpun keprihatinan, kebutuhan, dan harapan umat dari tingkat stasi hingga paroki. Hasil pembahasan di forum itu diharapkan menjadi pijakan meningkatkan kualitas kehidupan rohani dan pelayanan gereja.
Menurut Uskup Samuel, forum tersebut juga menjadi ajang mengevaluasi program yang sudah berjalan dan meninjau kembali kebijakan yang berlaku. Dari situ, prioritas dan langkah pelayanan untuk periode berikutnya dirumuskan agar sesuai dengan perkembangan zaman.
Muspas membahas tiga hal utama: evaluasi program yang telah dilaksanakan, penyusunan prioritas pelayanan, dan penguatan keterlibatan umat dalam kehidupan sosial. Forum di Rumah Retret Temenggung Tukong itu melibatkan berbagai unsur gereja, bukan hanya kalangan imam.
Uskup Samuel menekankan Muspas memperkuat kebersamaan seluruh unsur gereja, baik imam, biarawan, biarawati, maupun umat awam. Kesatuan itu diperlukan agar misi gereja dijalankan melalui kerja sama, bukan pemisahan peran.
“Melalui forum ini, kita mengevaluasi program yang sudah dilaksanakan, melihat kembali kebijakan yang berjalan, kemudian merumuskan prioritas dan langkah pelayanan untuk periode berikutnya agar semakin sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Uskup Samuel.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala berharap peserta Muspas memanfaatkan forum untuk menyampaikan persoalan nyata yang ditemukan dalam pelayanan di lapangan. Menurut Bala, kendala yang dihadapi umat perlu dibicarakan secara terbuka.
Evaluasi terhadap program yang berjalan, kata Bala, dapat menjadi bahan perbaikan sehingga pelayanan gereja ke depan semakin baik.
“Berbagai kendala yang dihadapi umat perlu dibicarakan secara terbuka. Evaluasi terhadap program yang berjalan dapat menjadi bahan perbaikan sehingga pelayanan gereja ke depan semakin baik,” kata Bala.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menaruh perhatian pada sisi lingkungan dalam Muspas kali ini. Ia berharap forum menghasilkan gagasan yang memperkuat toleransi, keharmonisan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Krisantus menyebut pelayanan gereja hendaknya tidak hanya menyentuh kehidupan internal umat. Tindakan menjaga alam, menurutnya, menjadi wujud pelayanan yang menyentuh kepentingan warga lebih luas.
“Pelayanan gereja hendaknya tidak hanya menyentuh kehidupan internal umat, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan menjaga alam. Umat di Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu diharapkan mengambil bagian dalam pelestarian lingkungan,” tukasnya.
Muspas Keuskupan Sintang berlangsung satu hari penuh dengan agenda meninjau program yang telah berjalan dan menyusun prioritas pelayanan. Forum itu juga membahas penguatan keterlibatan umat dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Bagi Keuskupan Sintang, hasil musyawarah menjadi rujukan penyusunan program pastoral berikutnya. Arahnya mencakup peningkatan kualitas kehidupan rohani umat sekaligus respons terhadap tantangan lingkungan hidup di wilayah pelayanan.