MAB Pamer Ecotruck Blindvan dan Electro 3 Wheeler di PEVS 2026

Penulis: Mustofa Kamal  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:21:01 WIB

KALIMANTAN BARAT — Mobil Anak Bangsa memamerkan tiga kendaraan listrik komersial di PEVS 2026, dengan MAB Ecotruck Blindvan dan Electro Electric 3 Wheeler sebagai andalan. Perusahaan lokal ini menargetkan segmen light commercial yang makin diminati konsumen bisnis. Booth interaktif MAB berada di Hall B3 lokasi A1 JIExpo Kemayoran, Jakarta.

CEO Mobil Anak Bangsa Kelik Irwantono menyebut partisipasi di PEVS 2026 sebagai cara menunjukkan bahwa elektrifikasi bukan sekadar pergantian sumber energi kendaraan.

"Keikutsertaan MAB pada Periklindo Electric Vehicle Show 2026 menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak hanya berbicara mengenai perubahan sumber energi kendaraan," kata Kelik dalam sambutannya, Kamis (29/10/2026).

Tiga Produk Utama untuk Segmen Komersial

MAB membawa tiga kendaraan listrik komersial ke pameran. Fokus utamanya adalah kendaraan listrik dengan chassis 4x2 yang memberi keleluasaan bagi mitra karoseri untuk kebutuhan distribusi maupun logistik.

  • MAB Ecotruck Blindvan — kendaraan niaga ringkas untuk operasional perkotaan
  • Electro Electric 3 Wheeler — mobilitas praktis untuk aktivitas bisnis intensitas tinggi
  • Chassis 4x2 — basis fleksibel bagi mitra karoseri

Kelik menjelaskan, Electro Electric 3 Wheeler menyasar kebutuhan konsumen rumah tangga di kawasan perkotaan hingga desa. Sementara Ecotruck Blindvan diposisikan sebagai solusi niaga yang efisien di jalanan kota.

Lineup Lengkap dari Electro sampai FOO

Selain tiga produk andalan, MAB memajang jajaran kendaraan lain di area pameran. Pengunjung bisa melihat lineup Electro, Ecity, E-Rover, FYY, FBY, hingga tipe FOO.

Founder PT Mobil Anak Bangsa Moeldoko menegaskan posisi perusahaan di kelas kendaraan komersial. Menurutnya, konsumen di segmen light commercial terus bertambah.

"MBA adalah solusi penyedia kendaraan komersial masa depan yang bersih. Dan selama ini semakin banyak konsumen kita terutama di segmen light commercial," tegas Moeldoko.

Mining Command Center Berbasis IoT

Inovasi lain yang tampil di PEVS 2026 adalah fitur Mining Command Center. Sistem ini memakai teknologi Internet of Things untuk mengelola operasional armada berbasis data presisi.

Teknologi IoT memberi visibilitas penuh terhadap aktivitas kendaraan di lapangan secara real-time. Pengelola usaha bisa mengambil keputusan lebih cepat dan responsif berdasarkan kondisi unit.

Sistem ini menyasar sektor operasional intensif seperti pertambangan, manufaktur, logistik, dan jaringan distribusi. Data kondisi kendaraan serta jadwal pemeliharaan rutin membantu menjaga produktivitas kerja.

Pendekatan Ekosistem, Bukan Sekadar Jual Unit

MAB merancang layanan yang memperhatikan pola pemakaian, kesiapan operasional, perawatan rutin, hingga manajemen armada. Pendekatan ini ditujukan agar transisi ke kendaraan listrik tidak berhenti di pembelian unit.

"Kami memahami bahwa setiap sektor usaha memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami ingin menjadi mitra transformasi bagi perusahaan yang ingin memulai maupun memperluas penerapan kendaraan listrik dalam bisnisnya," lanjut Kelik.

Percepatan adopsi kendaraan listrik komersial, menurut MAB, butuh kolaborasi dengan pemerintah, penyedia infrastruktur, dan institusi pembiayaan. Pengguna kendaraan juga menjadi bagian dari rantai adopsi tersebut.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: genz.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top