SINGKAWANG — Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan memimpin langsung pertemuan dengan Kepala BPS Kota Singkawang Yanuar Lestariadi. Koordinasi membahas pemanfaatan data ketenagakerjaan untuk memahami kondisi pencari kerja sekaligus mengidentifikasi peluang kerja yang sesuai kebutuhan dan kualifikasi warga.
Data statistik jadi pintu masuk program POLIRAN. Lewat data itu, Polres dan BPS bisa memetakan potensi lapangan pekerjaan di sejumlah bidang, bukan menebak-nebak kebutuhan pasar kerja.
BPS Kota Singkawang mencatat sektor jasa menyerap 61,10 persen tenaga kerja. Sektor manufaktur berada di posisi kedua dengan 22,29 persen, disusul pertanian 16,60 persen.
Yanuar Lestariadi menjelaskan data statistik ketenagakerjaan dapat menjadi dasar memetakan potensi lapangan pekerjaan. Perdagangan, transportasi, industri pengolahan, konstruksi, pertanian, dan perikanan disebut sebagai bidang yang bisa ditelusuri peluangnya.
Kasat Binmas Polres Singkawang IPTU Budi Anggoro menggali ketersediaan data pengangguran berdasarkan usia, pendidikan, dan wilayah. Pemetaan ini penting agar bantuan yang disalurkan tidak salah sasaran.
BPS menjelaskan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dapat menggambarkan kondisi ketenagakerjaan. Namun ketersediaan data hingga tingkat kecamatan atau kelurahan bergantung pada cakupan statistik yang tersedia.
Untuk pendataan pencari kerja secara individu dan informasi lowongan kerja, BPS menyarankan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Tenaga Kerja serta perusahaan.
BPS menyoroti lulusan SMA/SMK asal Singkawang yang mencari pekerjaan ke luar daerah, terutama di sektor pertambangan. Kondisi itu menunjukkan pentingnya akses terhadap informasi lowongan kerja yang resmi, aman, dan sesuai kualifikasi pencari kerja.
Kapolres Singkawang menyebut program POLIRAN sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan kesempatan kerja. Koordinasi lintas instansi direncanakan berlangsung rutin setiap Kamis.
Lewat pertemuan berkala itu, Polres berupaya menghubungkan pencari kerja dengan pihak terkait. Data yang dipetakan bersama BPS menjadi bekal awal sebelum pencari kerja diarahkan ke Dinas Tenaga Kerja atau perusahaan yang membuka lowongan.