KALIMANTAN BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan 1,30% atau 66,25 poin ke level 5.031,82 pada jeda perdagangan sesi pertama Jumat (30/10). Pelemahan indeks berlangsung di tengah nilai transaksi bursa yang baru mencapai Rp 11,29 triliun hingga siang. Saham perbankan besar dan GOTO memimpin aktivitas jual-beli investor.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan mayoritas indeks saham ikut melemah. Indeks LQ45 turun 0,67% ke level 511,83, sedangkan IDX Quality 30 terkoreksi 0,83% ke posisi 71,99. IDX30 melemah 0,39% ke level 288,21 dan IDX80 turun 1,05% ke posisi 74,86.
Sepanjang sesi pertama, volume perdagangan tercatat sekitar 22,64 miliar saham dengan frekuensi transaksi 1,31 juta kali. Angka itu menandakan aktivitas pasar masih ramai meski arah indeks negatif.
Di tengah koreksi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling besar nilai transaksinya. BBCA membukukan nilai transaksi Rp 699,36 miliar dengan volume 141,23 juta saham dan frekuensi 34.159 kali.
Posisi kedua ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai transaksi Rp 431,65 miliar. Saham BBRI diperdagangkan 155,61 juta saham dengan frekuensi 29.130 kali.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyusul dengan nilai transaksi Rp 335,75 miliar, volume 90,46 juta saham, dan frekuensi 15.985 kali. Dominasi tiga bank besar ini menunjukkan minat investor tetap terkonsentrasi di saham perbankan meski indeks tertekan.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat nilai transaksi Rp 317,40 miliar. Namun dari sisi volume, GOTO menempati posisi teratas dengan 13,04 miliar saham berpindah tangan.
Di bawah GOTO, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat nilai transaksi Rp 209,17 miliar dengan volume 1,77 miliar saham. BUMI juga masuk lima besar frekuensi tertinggi dengan 23.788 kali transaksi.
Dua saham lain yang masuk jajaran nilai transaksi terbesar adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 185,46 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 174,90 miliar.
Berdasarkan nilai transaksi, tujuh saham berikut mencatat nominal terbesar hingga jeda siang:
Dari sisi volume, GOTO memimpin dengan 13,04 miliar saham, disusul BUMI 1,77 miliar saham, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) 421,31 juta saham, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) 324,66 juta saham.
BBCA mencatat frekuensi transaksi tertinggi dengan 34.159 kali. BBRI menyusul 29.130 kali dan BUMI 23.788 kali. Tingginya frekuensi di saham-saham ini menandakan likuiditas pasar masih terjaga di tengah tekanan indeks.
Sejumlah saham lain yang masuk daftar volume besar adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (PACK), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Bagi investor, koreksi 1,30% pada sesi pertama ini perlu dicermati bersama data transaksi yang masih ramai. Konsentrasi dana di saham perbankan dan GOTO menunjukkan pasar belum sepenuhnya meninggalkan posisi, tetapi tekanan jual tetap mendominasi arah indeks hingga siang.