PONTIANAK — Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat Marten Luter menilai keberhasilan ADG 5 harus diukur dari sejauh mana peserta mendapat kesempatan berkembang setelah kompetisi berakhir. Ajang yang berlangsung lima hari itu diikuti lebih dari 100 pendaftar dari 14 kabupaten/kota, lalu menyisakan 17 peserta terbaik.
Marten menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar pencarian bakat di atas panggung. Menurutnya, ADG 5 merupakan ruang pembinaan karakter sekaligus investasi budaya untuk menyiapkan generasi muda Dayak bersaing di dunia seni dan industri kreatif.
Politikus Golkar Kalbar itu menegaskan pembinaan tidak boleh berhenti ketika lampu panggung dipadamkan. Ia meminta peserta terus mendapat ruang, kesempatan, dan pendampingan agar karya mereka tidak berhenti di satu acara.
"Anak-anak muda Dayak jangan hanya diberi panggung untuk tampil, tetapi juga harus diberikan ruang, kesempatan, dan pendampingan agar mereka bisa terus berkarya. Jangan sampai setelah acara selesai, potensi mereka justru dibiarkan berjalan sendiri tanpa arah dan dukungan," tegas Marten dalam keterangannya, Sabtu (31/10).
Ia berharap Manajemen ADG dan Kakondan Studio menjalin kerja sama berkelanjutan untuk mengembangkan serta mengorbitkan talenta muda Dayak dari berbagai kabupaten/kota. Kolaborasi dinilai perlu agar bakat mereka mendapat ruang aktualisasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
ADG 5 menerima lebih dari 100 peserta dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Seleksi memilih 17 peserta terbaik yang mengikuti rangkaian kegiatan selama lima hari penyelenggaraan.
Capaian itu, menurut Marten, membuktikan Kalimantan Barat punya sumber daya manusia muda yang potensial. Tantangan berikutnya adalah merawat dan mengembangkan potensi tersebut agar tampil lebih jauh.
Marten juga menegaskan ADG 5 digelar dengan semangat pembinaan generasi muda, bukan semata berorientasi keuntungan komersial. Meski membutuhkan pembiayaan tidak sedikit, kegiatan ini terlaksana berkat partisipasi berbagai pihak dan antusiasme masyarakat.
Kepada generasi muda Dayak, Marten meminta mereka tidak takut bermimpi dan tidak minder menunjukkan kemampuan. Ia mendorong anak-anak muda terus mengasah kreativitas, khususnya di bidang seni, tarik suara, dan bidang kreatif lain.
Malam penutupan ADG 5 berlangsung di Rumah Radakng, Pontianak. Ajang ini menjadi panggung bagi talenta muda Dayak sekaligus titik awal pembinaan yang diharapkan berlanjut di luar kompetisi.