PONTIANAK — Pendopo Gubernur Kalimantan Barat menjadi titik kumpul ratusan pengendara motor besar yang tergabung dalam komunitas VOID Indonesia sebelum bertolak menuju jalur lintas batas. Pelepasan rombongan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan touring internasional yang melintasi wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi menyambut rombongan tersebut dalam suasana hangat di kediaman dinasnya. Kehadiran sekitar 100 peserta ini dinilai bukan sekadar aktivitas hobi, melainkan momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan Bumi Khatulistiwa kepada dunia luar.
Legenda Air Kapuas dan Misi Promosi Daerah
Dalam sambutannya, Ria Norsan menyelipkan kisah melegenda yang menjadi identitas kuat bagi masyarakat Kalimantan Barat. Ia menceritakan mitos tentang siapa pun yang meminum air Sungai Kapuas akan selalu menyimpan kerinduan untuk kembali lagi ke provinsi ini.
Gubernur berharap para peserta merasa nyaman selama menjelajahi rute-rute di Kalimantan Barat sebelum menyeberang ke negara tetangga. Ia menekankan bahwa posisi geografis provinsi yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia memberikan keuntungan besar dalam menjalin hubungan harmonis antarwilayah.
“Secara khusus saya mendoakan agar seluruh rangkaian perjalanan ini senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, dan kelancaran oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Ria Norsan.
Multiplier Effect bagi Sektor UMKM dan Pariwisata
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis bahwa kegiatan berskala internasional seperti COV12 Borneo 3 Nation akan membawa dampak ekonomi yang nyata. Pergerakan ratusan peserta di sepanjang jalur touring diperkirakan memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan wisatawan, seperti perhotelan, kuliner, pariwisata, hingga pelaku UMKM, diharapkan mendapat manfaat dari kunjungan ini. Gubernur menilai wadah kreatif seperti touring lintas batas efektif untuk mempererat hubungan ekonomi antarnegara di Pulau Kalimantan.
“Selain dukungan ekonomi, kita juga menitipkan pesan kebangsaan,” katanya.
Menjadi Duta Bangsa yang Menjaga Sopan Santun
Mengingat perjalanan ini akan melintasi batas negara ke Malaysia dan Brunei Darussalam, Gubernur menitipkan pesan khusus mengenai perilaku para pengendara. Ia meminta para rider tetap mengedepankan etika berkendara dan menjaga citra positif bangsa Indonesia yang dikenal ramah.
Kekompakan tim selama di perjalanan menjadi kunci keberhasilan organisasi dalam mengemban misi budaya. Ria Norsan mengingatkan bahwa setiap rider adalah duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di mata internasional melalui setiap jalur yang mereka lalui.
“Jaga terus kebersamaan selama perjalanan karena kekompakan adalah kunci keberhasilan sebuah organisasi. Apalagi kegiatan ini membawa misi memperkenalkan wisata dan budaya Indonesia di setiap jalur yang dilalui,” pungkasnya.