PONTIANAK — Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) menerjunkan Tim Food Safety Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) untuk mengawasi ketat konsumsi para peserta dan ofisial AVC Men’s Champions League 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan dini agar turnamen bergengsi antar klub voli Asia itu berjalan tanpa hambatan kesehatan.
Makanan Diperiksa dari Bahan hingga Cara Penyajian
Tim yang dibentuk langsung oleh Kapolda Kalbar Pipit Rismanto itu bergerak di Hotel Aston Pontianak, lokasi menginap para atlet. Pemeriksaan tidak hanya menyasar kebersihan penyajian, tetapi juga kualitas bahan baku dan kelayakan konsumsi secara keseluruhan.
Petugas memastikan tidak ada kandungan berbahaya maupun bahan pangan tidak higienis yang berpotensi mengganggu kondisi fisik peserta selama rangkaian turnamen berlangsung. Pengawasan ini akan dilakukan secara berkelanjutan hingga kompetisi usai.
Kabiddokkes: Langkah Preventif untuk Jaga Citra Pontianak
Kepala Biddokkes Polda Kalbar Kombes Pol DRG. Subur, M.H., menegaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan langkah preventif. “Kami ingin memastikan seluruh konsumsi yang disajikan kepada peserta dan official aman, higienis, serta layak dikonsumsi,” ujarnya.
Menurut Subur, dukungan kesehatan yang optimal menjadi salah satu kunci kelancaran kegiatan internasional. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan kepada seluruh peserta.
Dengan pengawasan ketat ini, Polda Kalbar berharap aspek keamanan pangan tidak hanya mendukung performa atlet, tetapi juga menjaga citra Pontianak sebagai tuan rumah event olahraga berskala Asia.
AVC Champions League 2026: Ajang Bergengsi di Bumi Khatulistiwa
Turnamen AVC Men’s Champions League 2026 menjadi salah satu agenda olahraga terbesar yang digelar di Kalimantan Barat. Kehadiran tim-tim voli terbaik Asia otomatis meningkatkan standar pengamanan dan pelayanan, termasuk di sektor konsumsi.
Polda Kalbar memastikan pengawasan pangan tidak berhenti di satu titik. Tim Food Safety akan bergerak secara mobile dan berkala selama turnamen berlangsung untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan yang bisa muncul kapan saja.