KALIMANTAN BARAT — Microsoft memutuskan untuk tidak melanjutkan fitur pencarian riwayat berbasis kecerdasan buatan (AI) di browser Edge. Keputusan ini diambil setelah banyak pengguna menyebut fitur tersebut "mengerikan" (creepy) dan menolak cara kerja pengumpulan datanya.
Fitur yang Dijanjikan Privasi, Tapi Dianggap Mengganggu
Fitur ini pertama kali terdeteksi dalam uji coba terbatas beberapa waktu lalu. Dalam deskripsi resminya, Microsoft menjanjikan kemampuan pencarian riwayat yang lebih pintar — bisa menemukan situs meski pengguna salah ketik, menggunakan sinonim, atau frasa yang tidak persis sama.
"Setelah fitur ini diaktifkan, situs yang Anda kunjungi akan muncul di hasil pencarian riwayat yang disempurnakan," tulis Microsoft dalam dokumentasi teknisnya. "Model AI berjalan di perangkat (on-device) dan dilatih menggunakan data Anda. Data tersebut tidak pernah meninggalkan perangkat dan tidak dikirim ke Microsoft."
Meski begitu, banyak pengguna tetap skeptis. Mereka meragukan jaminan privasi yang diberikan dan menganggap fitur ini sebagai upaya lain Microsoft untuk membebani Edge dengan bloatware.
Dari Roadmap ke Kuburan Digital
Pada 25 Juni 2026, Microsoft memperbarui entri Microsoft 365 Roadmap terkait fitur ini. Isinya singkat: "Kami memutuskan untuk tidak melanjutkan perubahan ini saat ini. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya."
Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif Windows K2 yang lebih besar, di mana Microsoft mulai mengurangi kehadiran Copilot dan berbagai integrasi AI di antarmuka Windows 11. Sebelumnya, Edge juga sempat dikritik karena terlalu banyak fitur bawaan yang tidak diminta.
Tanggapan Pengguna: Antara Lega dan Sinis
Neowin, yang pertama kali melaporkan temuan ini, mencatat bahwa sebagian besar pengguna menyambut keputusan Microsoft dengan lega. Banyak yang menyebut fitur ini tidak diperlukan dan hanya menambah beban browser yang sudah sarat fitur.
Kekhawatiran utama pengguna adalah soal kepercayaan. Meskipun Microsoft berjanji data tidak akan dikirim ke cloud, banyak yang meragukan komitmen perusahaan terhadap privasi. "Mereka bilang data aman di perangkat, tapi siapa yang bisa menjamin itu tidak berubah di update berikutnya?" tulis salah satu pengguna di forum diskusi.
Apa yang Berubah untuk Pengguna Edge?
Bagi pengguna yang sudah keburu mengaktifkan fitur ini, Microsoft akan menghapusnya secara otomatis melalui pembaruan browser. Pengguna tidak perlu melakukan tindakan khusus. Fitur ini sebelumnya bisa diatur oleh administrator melalui kebijakan EdgeHistoryAISearchEnabled, yang kini tidak akan berfungsi lagi.
Microsoft sendiri belum mengumumkan apakah akan menghadirkan versi perbaikan dari fitur serupa di masa depan. Untuk saat ini, Edge kembali ke mode pencarian riwayat standar tanpa bantuan AI.
Konteks: Edge dan Beban Fitur yang Tak Diminta
Keputusan ini menjadi pengingat bahwa tidak semua fitur AI otomatis diterima pasar. Edge selama bertahun-tahun berjuang melawan reputasi sebagai browser dengan terlalu banyak fitur bawaan — dari integrasi Bing Chat, sidebar belanja, hingga alat belanja online yang kerap muncul tanpa diminta.
Dengan ditariknya fitur pencarian riwayat AI, Microsoft memberi sinyal bahwa mereka mulai mendengarkan keluhan pengguna. Namun, apakah ini akan bertahan lama atau hanya jeda sebelum gelombang fitur AI berikutnya, waktu yang akan menjawab.