KUBU RAYA — Titik api di lahan gambut yang membara di belakang SMPN 12 dan SDN 5 di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, belum sepenuhnya padam. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini telah berlangsung selama sepekan terakhir, membuat personel gabungan harus bekerja ekstra untuk menjangkau area yang terus mengeluarkan asap.
Tim gabungan yang diterjunkan ke lokasi melibatkan BPBD Kabupaten Kubu Raya, Manggala Agni, TNI/Polri, Masyarakat Peduli Api, serta mobil pemadam kebakaran swasta. Mereka berfokus pada penyemprotan air ke titik-titik api yang masih menyala di bawah permukaan gambut.
Penyemprotan Air Difokuskan ke Titik Api di Bawah Permukaan
Personel Sat Samapta Polres Kubu Raya terlihat menyemprotkan air langsung ke lahan gambut yang terbakar pada Sabtu (1/8/2026). Upaya ini dilakukan untuk membasahi lapisan tanah gambut yang kering dan mudah terbakar, sekaligus mencegah api merambat lebih luas mendekati area sekolah.
Lokasi kebakaran yang berada tepat di belakang dua sekolah membuat proses pemadaman menjadi prioritas. Kepulan asap tebal yang dihasilkan dari pembakaran gambut dikhawatirkan mengganggu aktivitas belajar mengajar apabila api tidak segera dipadamkan.
Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan?
Kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran hutan biasa. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat ke lapisan tanah di bawahnya, sehingga sulit terlihat dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan.
Kondisi ini menuntut tim gabungan untuk terus melakukan pembasahan secara berulang. Air yang disemprotkan ke permukaan gambut harus mampu menembus lapisan tanah agar api di dalam benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Upaya Pencegahan Agar Api Tak Meluas ke Permukiman
Selain memadamkan api, tim gabungan juga melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah karhutla meluas ke area permukiman warga di Dusun Sidomulyo. Pembuatan sekat kanal dan patroli rutin dilakukan untuk memantau titik-titik rawan munculnya api baru.
Masyarakat Peduli Api yang tergabung dalam tim gabungan turut membantu melakukan sosialisasi kepada warga sekitar agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api baru di wilayah Kecamatan Sungai Raya dan sekitarnya.