PONTIANAK – Satuan Tugas (Satgas) lintas sektor di Kalimantan Barat (Kalbar) terus menggencarkan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data terbaru dari Pusdalops BPBD Kalbar menunjukkan bahwa titik api masih aktif di beberapa kabupaten/kota sepanjang periode 7-8 Februari 2026.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, menegaskan bahwa sinergi antara TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan menjadi kunci utama untuk menahan perambatan api agar tidak meluas ke pemukiman warga.
Laporan Situasi Lapangan (Update 7-8 Februari 2026)
Upaya pemadaman dilakukan secara masif di empat kabupaten prioritas. Berikut adalah rincian kondisi di lapangan:
| Kabupaten | Lokasi Spesifik | Luas Terbakar (Perkiraan) | Status Pemadaman |
|---|---|---|---|
| Kubu Raya | Desa Punggur Kecil, Sungai Kakap | 4 Hektare | 1 Ha Padam (Masih Berasap) |
| Kayong Utara | Pantai Pulau Datok, Sukadana | 0,904 Hektare | Padam Total |
| Ketapang | Desa Sungai Besar, MHS | 1,5 Hektare | 0,7 Ha Padam (Vegetasi Sangat Kering) |
| Mempawah | Desa Galang, Sungai Pinyuh | Sedang Dihitung | Masih Terdapat Api |
Statistik Karhutla Kubu Raya
Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling signifikan awal tahun ini. Sejak 20 Januari hingga 8 Februari 2026, tercatat:
Total Luas Terbakar: 55,2 Hektare.
Telah Tertangani: 25,1 Hektare (Pemadaman & Pemblokiran).
Sebaran Wilayah Terdampak di Kalimantan Barat
Hingga Februari 2026, titik api tidak hanya terkonsentrasi di wilayah pesisir, tetapi juga menyebar ke pedalaman. Wilayah yang teridentifikasi terdampak antara lain:
Wilayah Pesisir: Kubu Raya, Mempawah, Sambas, Singkawang, Kayong Utara, dan Pontianak.
Wilayah Pedalaman: Ketapang, Sanggau, Sintang, dan Melawi.
"Data luas lahan terbakar dan dipadamkan masih bersifat sementara. Kami terus melakukan verifikasi lapangan secara dinamis seiring proses pemadaman yang masih berlangsung," ujar Daniel, Selasa (10/2/2026).
Tantangan dan Imbauan Masyarakat
Tantangan utama yang dihadapi tim gabungan saat ini adalah kondisi vegetasi yang sangat kering, yang memicu api merambat dengan sangat cepat. Pemerintah melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk:
Meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.
Segera melapor ke aparat setempat jika menemukan titik api sekecil apa pun.
Membantu pengawasan di area hutan dan kebun milik pribadi maupun komunitas.
Sinergi antara respons reaktif tim satgas dan tindakan preventif dari masyarakat diharapkan dapat meminimalkan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas ekonomi di Kalimantan Barat.