PONTIANAK — Kepala BNPB RI, Letjen TNI Dr. Suharyanto, memastikan penambahan armada udara untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Jika sebelumnya hanya ada tiga helikopter water bombing, dalam beberapa hari ke depan jumlahnya bakal bertambah menjadi lima unit.
“Helikopter water bombing akan difokuskan untuk memadamkan kebakaran di lokasi yang tidak dapat dijangkau oleh tim darat,” ujarnya saat meninjau kesiapan personel di Lanud Supadio, Jumat (7/8/2026).
Enam Provinsi Prioritas dan Posisi Kalbar
Suharyanto mengungkapkan, secara nasional terdapat enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla. Selain Kalimantan Barat, daftar tersebut mencakup Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Untuk tingkat kemudahan terbakar, Kalimantan Barat setara dengan Kalimantan Tengah. Sementara dari luas lahan yang terbakar, Kalbar saat ini berada di urutan keempat. Jangan sampai angkanya terus meningkat,” tegasnya.
Cuaca Kering dan Titik Rawan di Ketapang
Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di Kalbar dalam satu hingga tiga pekan ke depan diperkirakan semakin panas dengan potensi hujan sangat minim. Bahkan, di beberapa wilayah hampir satu bulan tidak turun hujan, membuat tingkat kemudahan kebakaran berada pada kategori tinggi.
Salah satu daerah yang menjadi perhatian khusus adalah Kabupaten Ketapang. Selain luas lahan terbakar yang terus bertambah, kebakaran di wilayah tersebut telah menimbulkan korban jiwa.
Strategi Satgas Darat dan Perlengkapan Pemadaman
BNPB bersama Pemerintah Provinsi Kalbar sepakat memperkuat penanganan melalui Satgas Darat yang melibatkan personel TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD, serta relawan di bawah koordinasi pemerintah daerah.
“Kita sepakat jangan menunggu api menjadi besar. Begitu muncul titik api harus segera dipadamkan agar tidak meluas,” katanya.
Untuk mendukung petugas di lapangan, BNPB akan menyalurkan tambahan peralatan pemadaman seperti pompa air, selang, alat pelindung diri (APD), hingga tangki air portabel (flexible tank). Bantuan ini diarahkan terutama untuk wilayah yang sulit mendapatkan sumber air.
Dengan penambahan armada udara dan penguatan operasi darat, diharapkan penanganan karhutla di Kalimantan Barat dapat berlangsung lebih cepat dan efektif sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.