Pencarian

Penjualan EV dan Hybrid Naik 40 Persen, Airlangga: Didorong Insentif dan Harga yang Kian Kompetitif

Minggu, 16 Agustus 2026 • 23:38:31 WIB
Penjualan EV dan Hybrid Naik 40 Persen, Airlangga: Didorong Insentif dan Harga yang Kian Kompetitif
Menteri Airlangga Hartarto menyampaikan penjualan kendaraan listrik dan hybrid nasional meningkat lebih dari 40 persen.

KALIMANTAN BARAT — Pernyataan itu disampaikan Airlangga di tengah geliat pasar otomotif nasional yang mulai menunjukkan tren pemulihan. Meski tidak merinci data volume penjualan absolut per merek, klaim pertumbuhan di atas 40 persen tersebut mengindikasikan daya serap pasar terhadap teknologi elektrifikasi jauh lebih cepat dibandingkan segmen kendaraan bermesin bensin murni.

“Penjualan EV dan hybrid naik di atas 40 persen,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Senin (16/6).

Insentif PPN dan Harga yang Kian Terjangkau Jadi Pemicu Utama

Faktor utama yang mendorong lonjakan ini adalah insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah untuk mobil listrik berbasis baterai. Di sisi lain, para agen pemegang merek (APM) juga gencar menambah varian hybrid yang harganya kini mulai menempel ketat dengan mobil konvensional sekelas.

Kondisi ini membuat konsumen yang semula ragu untuk berpindah ke teknologi elektrifikasi mulai melirik opsi tersebut. Pertimbangan biaya operasional harian yang lebih rendah menjadi nilai jual utama di tengah fluktuasi harga BBM.

Ragam Pilihan di Pasar: Dari LCGC Hybrid hingga SUV Premium

Pasar otomotif Indonesia saat ini menawarkan spektrum pilihan kendaraan elektrifikasi yang luas. Di segmen entry-level, konsumen bisa memilih model hybrid dengan banderol mulai dari Rp 250 jutaan. Sementara itu, untuk kendaraan listrik murni, kehadiran berbagai merek baru dari China hingga Eropa membuat persaingan semakin ketat di kelas menengah atas.

Kehadiran model-model baru ini juga memicu perang harga yang sehat. Beberapa pabrikan bahkan berani memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km untuk meyakinkan konsumen terhadap durabilitas komponen utama kendaraan listrik tersebut.

Efek Domino ke Ekosistem dan Industri Pendukung

Kenaikan penjualan kendaraan elektrifikasi ini berdampak langsung pada pengembangan ekosistem pendukung. Kebutuhan akan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan bengkel khusus yang kompeten menjadi semakin mendesak untuk diakselerasi.

Dari sisi industri, lonjakan permintaan ini juga menarik minat investor untuk membangun pabrik komponen baterai dan motor listrik di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok kendaraan listrik global, mengingat cadangan nikel yang melimpah.

Kendati demikian, pemerintah tetap mengingatkan bahwa infrastruktur pengisian daya dan kesiapan jaringan listrik nasional menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dibenahi. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, pertumbuhan penjualan yang impresif ini dikhawatirkan tidak akan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks