Pencarian

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC dari Konsorsium BUMN, Utang Whoosh Bakal Diselesaikan Lewat SMV

Rabu, 19 Agustus 2026 • 10:23:01 WIB
Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC dari Konsorsium BUMN, Utang Whoosh Bakal Diselesaikan Lewat SMV
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengambil alih 60% saham KCIC dari konsorsium BUMN.

KALIMANTAN BARAT — Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, membenarkan rencana pengalihan saham konsorsium BUMN di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan jajaran Danantara di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026).

"Iya, konsorsium kita, kan? Yang BUMN, kan? Iya, dialihkan, dihibahkan," ujar Dony saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Utang Whoosh Tak Akan Sentuh APBN

Purbaya memastikan penyelesaian kewajiban finansial proyek KCIC tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Dana pembayaran utang akan dikelola melalui dua Special Mission Vehicle (SMV) di bawah naungan Kemenkeu, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan lembaga sejenis.

"Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan SMV fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada ini dan lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN. Jadi walaupun oleh pemerintah, tidak akan membebani APBN," terang Purbaya.

Menurut Purbaya, sumber dana pelunasan utang berasal dari akumulasi keuntungan yang dimiliki kedua SMV tersebut. Ia memastikan kapasitas keuangan lembaga-lembaga itu mencukupi untuk menuntaskan kewajiban proyek senilai triliunan rupiah ini.

"Ada dua (SMV). SMV kan punya untung juga kan, sebagian dialihkan ke situ keuntungan, kira-kira begitu gambaran kasarnya," jelasnya.

Nasib PSBI Setelah Saham Dihibahkan

Dony belum memberikan kepastian apakah PSBI akan dibubarkan setelah seluruh porsi sahamnya dialihkan ke pemerintah. Ia menegaskan prioritas saat ini adalah menuntaskan proses administratif pengalihan agar persoalan utang KCIC segera beres.

"Dialihkan dulu prosesnya. Yang penting selesai. Ingin nggak selesai? Kan bagus," katanya.

PSBI selama ini berperan sebagai holding konsorsium yang menaungi empat BUMN—PT Wijaya Karya, PT Jasa Marga, PT Kereta Api Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara—dalam kepemilikan saham mayoritas KCIC. Konsorsium ini memegang 60% saham, sementara sisanya dimiliki Beijing Yawan Railway Co Ltd asal China.

Pengalihan saham ke Kemenkeu menandai perubahan struktur kepemilikan signifikan pertama sejak proyek Whoosh beroperasi secara komersial. Dengan masuknya pemerintah secara langsung melalui SMV, pengelolaan aset strategis nasional ini diharapkan mendapat skema pembiayaan yang lebih sehat dan transparan.

Bagi investor dan pelaku pasar, langkah ini menjadi sinyal komitmen pemerintah dalam menjaga kelangsungan proyek infrastruktur prioritas tanpa mengganggu fiskal. Adapun dampak terhadap kinerja saham BUMN konstruksi yang tergabung dalam konsorsium masih perlu dicermati, mengingat beban utang proyek akan bergeser dari laporan keuangan mereka.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks