Pencarian

Rp 1,7 Triliun untuk Sanitasi Pontianak, Limbah Rumah Tangga Bakal Diolah di Dua Instalasi

Kamis, 20 Agustus 2026 • 08:51:32 WIB
Rp 1,7 Triliun untuk Sanitasi Pontianak, Limbah Rumah Tangga Bakal Diolah di Dua Instalasi
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau rencana pembangunan jaringan utama SPALD-T yang akan menanam pipa primer di kedalaman 6 hingga 12 meter.

PONTIANAK — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memastikan pekerjaan jaringan utama SPALD-T menggunakan metode galian terbuka dan jacking. Pipa primer akan ditanam di kedalaman 6 hingga 12 meter, lalu disambungkan dengan pipa sekunder dan tersier yang terhubung langsung ke rumah maupun bangunan.

"Nanti kita akan menanam pipa primer dengan kedalaman antara 6 sampai 12 meter. Kemudian disambungkan dengan pipa sekunder dan tersier yang langsung terhubung ke rumah maupun bangunan," ujar Edi usai Kick-off Pembangunan SPALD-T Kota Pontianak, Rabu (19/8/2026).

Limbah dari Kloset hingga Aktivitas Mencuci Bakal Disedot

Jaringan ini akan mengalirkan air limbah domestik dari kloset, floor drain, aktivitas mencuci, hingga sumber limbah rumah tangga lainnya. Limbah kemudian dialirkan melalui jaringan pipa untuk selanjutnya diolah sebelum dibuang ke lingkungan.

"Air limbah rumah tangga disedot dan diolah menjadi air yang lebih bersih," katanya.

Mengapa Tanah Gambut Jadi Tantangan Terbesar?

Edi mengakui pembangunan proyek ini memiliki tantangan teknis. Kondisi tanah Pontianak yang lembek dan bergambut, muka air tanah yang tinggi, serta keterbatasan ruang di sejumlah jalur menjadi perhatian dalam pelaksanaan konstruksi.

Sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur proyek merupakan akses penting bagi angkutan berat dari dan menuju pelabuhan, serta berada di kawasan perkantoran, pendidikan, pasar dan permukiman. "Ini tantangan dalam pelaksanaan, sehingga bisa menyebabkan permasalahan di lapangan seperti kemacetan dan masalah sosial lainnya," jelasnya.

Pekerjaan jaringan dilakukan di badan jalan atau ruang milik jalan sehingga tidak membutuhkan pembebasan lahan. Pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak selama proses pembangunan.

Dua Instalasi Pengolahan di Nipah Kuning dan Martapura

Plt Direktur Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum Sandhi Eko Bramono mengatakan pengelolaan sanitasi memiliki keterkaitan erat dengan penyediaan air bersih. Pengelolaan air limbah domestik yang baik akan membantu melindungi kualitas air baku sehingga sistem penyediaan air minum menjadi lebih aman.

Untuk Pontianak, kondisi geografis dan karakter tanah menjadi tantangan tersendiri. Sistem perpipaan air limbah umumnya tidak menggunakan tekanan dan mengandalkan gravitasi sehingga konstruksi harus dilakukan secara presisi.

"Keakuratan konstruksi ini menjadi penting karena pipa air limbah tidak bertekanan, rata-rata mengalir gravitasi. Kepresisian pada waktu konstruksi, termasuk kemiringan pipa, menjadi penting," jelasnya.

Pengolahan limbah nantinya dilakukan di dua instalasi pengolahan air limbah domestik, yakni di Nipah Kuning dan Martapura. Air hasil pengolahan wajib memenuhi baku mutu yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup.

"Pengolahan limbah akan membunuh mikroorganisme patogen, sehingga tidak lagi menjadi sumber pencemar biologis, baru kemudian dilepas ke sungai," pungkas Sandhi.

20 Ruas Jalan Terdampak Pekerjaan

Rencana pekerjaan SPALD-T meliputi Jalan Komyos Sudarso, Jalan Pelabuhan Rakyat, Jalan Sapta Marga, Jalan Atot Achmad, Jalan Karet, Gang Alpokat Permai, Kompleks Yuka, Jalan Dr. Setia Budi, Jalan Ketapang, Jalan Hijas, Jalan Mahakam, Jalan Tanjungpura, Jalan Siam, Jalan Jenderal Urip, Jalan Kenari, Jalan Rajawali, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Nusa Indah I, Jalan Nusa Indah III, serta Jalan Ir. Juanda.

Pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai tahapan dan jadwal pekerjaan di masing-masing ruas jalan. Pemerintah berharap proyek tersebut menjadi langkah besar dalam membangun sistem sanitasi perkotaan yang lebih modern dan berkelanjutan di Kota Pontianak.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks