Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Daerah Kalimantan Barat mulai membagikan masker yang menyasar anak-anak di sejumlah titik luar ruangan di Pontianak. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan bayi dan balita di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
PONTIANAK — Ketua AIMI Kalbar, drg. Rizky Pontiviana Akbari MKes, menyatakan pembagian masker ini menyasar kelompok yang kerap terlewat dari perhatian. Sebagian besar pembagian masker memang ditujukan untuk orang dewasa, padahal tidak jarang anak-anak masih berada atau bermain di luar rumah.
"Kami memahami situasi ini berat bagi kita semua. Berdasarkan pemberitaan terbaru, terjadi kebakaran lahan yang menyebabkan ibu hamil dan balita dievakuasi karena api sudah masuk ke area permukiman," ungkap Rizky di Pontianak, Kamis.
Anak Perlu Masker, Bukan Hanya Orang Dewasa
Data yang dihimpun AIMI menunjukkan situasi udara di Kota Pontianak sudah masuk dalam kategori berbahaya. Kondisi ini membuat bayi dan balita menjadi kelompok paling rentan mengalami gangguan pernapasan jika dibiarkan terpapar asap.
"Demi menjaga keluarga kita di rumah, khususnya bayi dan balita, mari kita kembali memperketat protokol kesehatan terkait bencana asap mulai hari ini," katanya menegaskan.
Sosialisasi Juga Menyasar Kubu Raya dan Sanggau
Aksi sosial ini tidak berhenti pada pembagian masker. AIMI Kalbar turut mengedukasi para ibu di beberapa wilayah terdampak agar memahami cara melindungi buah hati dari bahaya kabut asap.
"Tidak hanya di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau juga turut ambil bagian dalam upaya mengedukasi ibu untuk melindungi bayi/balita di wilayahnya," tambah Rizky.
Langkah ini merujuk pada rekomendasi terbaru Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait bencana kabut asap di Kalimantan dan sekitarnya. AIMI Kalbar merasa perlu meneruskan informasi tersebut kepada para ibu yang saat ini terdampak.
Wali Kota Minta Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Secara terpisah, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono terus mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kualitas udara yang tidak sehat dinilai perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
"Saya mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan," kata Edi Kamtono.
Pihaknya meminta warga tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah apabila kondisinya tidak mendesak, mengingat risiko kesehatan yang mengintai di tengah pekatnya kabut asap.