PONTIANAK — General Manager Bandara Internasional Supadio Pontianak Maya Damayanti menyatakan jarak pandang di bawah batas minimum keselamatan penerbangan terjadi sejak pukul 05.00 hingga 16.00 WIB. Kondisi itu membuat aktivitas lepas landas maupun pendaratan pesawat belum dapat dilakukan.
Selain pembatalan, situasi tersebut menyebabkan penundaan penerbangan dalam waktu panjang oleh sejumlah maskapai. Pengelola bandara terus berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, dan seluruh maskapai untuk memantau perkembangan jarak pandang serta kondisi cuaca.
Jarak Pandang 300-500 Meter di Bawah Batas Minimum
Asap Karhutla menekan jarak pandang di Bandara Supadio Pontianak menjadi hanya 300-500 meter. Angka itu jauh di bawah ambang yang dibutuhkan untuk operasional penerbangan yang aman.
Maya menegaskan keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional. "Jarak pandang yang berada di bawah batas minimum keselamatan penerbangan terjadi sejak pukul 05.00 hingga 16.00 WIB," ujar dia dikutip dari Antara, Sabtu (12/9/2026).
Antisipasi untuk Penumpang Terdampak
Pengelola bandara menambah kursi di ruang tunggu dan personel operasional di lapangan. Manajemen juga membagikan masker, air mineral, dan makanan ringan kepada penumpang yang terdampak pembatalan maupun penundaan penerbangan.
Proses pengembalian dana tiket dan penjadwalan ulang penerbangan dilakukan melalui konter check-in serta layanan pelanggan masing-masing maskapai. Maya mengimbau maskapai bergerak cepat memberikan informasi terbaru mengenai status penerbangan kepada calon penumpang.
"Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami oleh para penumpang akibat situasi cuaca di luar kendali ini. Koordinasi intensif terus kami lakukan untuk memastikan penanganan dan pelayanan penumpang berjalan dengan baik," ujar Maya.
Manajemen Bandara Supadio bersama seluruh pemangku kepentingan memantau kondisi jarak pandang secara berkala dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa penerbangan. "Kami mengimbau pihak maskapai dapat secara cepat memberikan informasi terkini kepada calon penumpang terkait status penerbangan," tutur dia.