Pencarian

Pemprov Kalbar Siapkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung

Kamis, 17 September 2026 • 10:16:01 WIB
Pemprov Kalbar Siapkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung

PONTIANAKPemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan langkah penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengerahan helikopter untuk operasi water bombing.

Langkah itu dinilai perlu untuk mempercepat pemadaman, terutama jika titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau lewat jalur darat. Pemprov bersama pihak terkait terus memantau kondisi di lapangan.

Water Bombing Sudah Masuk Perencanaan, Tertahan Jarak Pandang

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalbar, Ridwan, mengatakan rencana pengerahan water bombing sebenarnya telah masuk dalam perencanaan sejak sebelumnya. Namun, operasi udara itu belum bisa dijalankan karena kendala visibility.

"Dari kemarin sudah masuk dalam perencanaan water bombing, tetapi masih terkendala visibility," ujar Ridwan.

Kondisi jarak pandang menjadi salah satu faktor penentu. Pengerahan helikopter membutuhkan kondisi yang memungkinkan agar proses pengambilan air, perjalanan menuju lokasi kebakaran, hingga penjatuhan air bisa dilakukan dengan aman.

Mengapa Operasi Udara Belum Bisa Langsung Dijalankan

Operasi water bombing tidak bisa dilakukan sembarang waktu. Helikopter butuh jarak pandang yang cukup untuk mengambil air dari sumber, terbang menuju titik api, dan menjatuhkan air tepat di sasaran.

Jika visibility rendah, risiko bagi kru dan efektivitas pemadaman sama-sama memburuk. Karena itu, pengerahan helikopter akan dilakukan ketika kondisi di lapangan benar-benar memungkinkan.

Pemprov Kalbar menegaskan operasi udara akan dijalankan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan. Upaya pemadaman dari darat terus dioptimalkan sambil menunggu kondisi membaik.

Kawasan Konservasi, Api Berpotensi Meluas

Penanganan karhutla di TNGP menjadi perhatian karena lokasinya berada di kawasan konservasi. Kebakaran tidak hanya mengancam vegetasi, tetapi juga ekosistem di dalamnya.

Risiko perluasan api meningkat apabila kondisi kering dan angin mendukung penyebaran. Situasi itu membuat penanganan di lapangan dan kesiapan dukungan udara sama-sama penting.

Pemprov Kalbar menyatakan terus memantau perkembangan di lapangan. Pengerahan helikopter akan dilakukan begitu kondisi jarak pandang memungkinkan, sehingga pemadaman dari udara bisa berjalan efektif.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: majalahmataborneonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks