Pencarian

Trenggiling Terjerat Pukat di Kebun Cabai Kayong Utara, Dilepasliarkan ke Taman Nasional Gunung Palung

Jumat, 25 September 2026 • 12:46:02 WIB
Trenggiling Terjerat Pukat di Kebun Cabai Kayong Utara, Dilepasliarkan ke Taman Nasional Gunung Palung
Trenggiling yang terjerat pukat di kebun cabai di Kayong Utara diamankan warga sebelum diserahkan ke petugas.

KAYONG UTARA — Nasir awalnya memasang pukat di area tanaman cabainya untuk mencegah ayam dan hewan liar masuk. Saat memeriksa kebun, ia justru mendapati seekor trenggiling dalam kondisi terjerat. Tanpa ragu, Nasir melepaskan satwa tersebut dan mengamankannya di dalam keranjang.

Temuan itu dilaporkan ke UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kayong sekitar pukul 09.35 WIB. Kepala UPT KPH Wilayah Kayong, Ponty Wijaya, bersama jajarannya langsung menindaklanjuti laporan dan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

BKSDA Fokus Karhutla, Pelepasliaran Diambil Alih KPH Kayong

Tim BKSDA tidak dapat turun langsung ke lokasi karena sedang menangani kebakaran hutan dan lahan. Proses pelepasliaran akhirnya dilakukan oleh KPH Kayong dengan dilengkapi dokumentasi foto dan video sebagai bagian dari laporan kegiatan.

Trenggiling tersebut dibawa ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) di Desa Sutera, Kecamatan Sukadana. Sekitar pukul 11.05 WIB, satwa itu dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Diduga Terdesak Keluar Habitat akibat Karhutla

Ponty menduga trenggiling tersebut keluar dari habitatnya karena terdampak kebakaran hutan dan lahan di kawasan Desa Rantau Panjang. Menurutnya, kejadian ini menunjukkan karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga mengganggu habitat serta pergerakan satwa liar.

"Diduga kuat satwa ini terdesak keluar dari habitat aslinya akibat kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Desa Rantau Panjang," ujar Ponty.

Ia juga mengapresiasi tindakan Nasir yang memilih menyelamatkan trenggiling tersebut dan melaporkannya kepada petugas.

"Kami sangat mengapresiasi kehendak baik dan kepedulian Pak Nasir yang langsung menyelamatkan serta melaporkan temuan trenggiling ini kepada kami," katanya.

Imbauan: Jangan Tangkap atau Perdagangkan Satwa Dilindungi

Ponty mengimbau masyarakat untuk tidak menangkap, memelihara, memburu, maupun memperdagangkan satwa yang dilindungi. Masyarakat yang menemukan satwa dilindungi diharapkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani secara tepat dan dikembalikan ke habitat yang sesuai.

"Kesadaran masyarakat seperti inilah yang sangat kita butuhkan di tengah kondisi darurat karhutla," pungkasnya.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks