Pencarian

BKSDA-YIARI Evakuasi 15 Orang Utan di Kalbar dalam Sebulan, Enam Terbaru dari Kebun Warga Kayong Utara

Jumat, 11 September 2026 • 09:38:32 WIB
BKSDA-YIARI Evakuasi 15 Orang Utan di Kalbar dalam Sebulan, Enam Terbaru dari Kebun Warga Kayong Utara
Tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI mengevakuasi orang utan dari perkebunan warga di Kayong Utara.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi 15 individu orang utan dalam sebulan terakhir akibat tekanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Enam di antaranya diselamatkan dari perkebunan campuran warga di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, pada dua operasi berbeda 4 dan 8 September 2026. Karhutla dinilai tidak hanya mengancam satwa secara langsung, tetapi juga memutus jalur mereka menuju blok hutan yang tersisa.

BENGKAYANG — Enam orang utan terbaru yang dievakuasi terdiri atas dua pasangan induk dan anak serta dua individu remaja. Mereka adalah Mama Nopi bersama anaknya, Nopi; Mama Noni bersama anaknya, Noni; serta dua remaja bernama Naufal dan Nopan.

Tim bergerak setelah menerima laporan warga soal satwa yang berkeliaran di sekitar kebun. Kebakaran di sekitar kawasan disebut telah menutup akses orang utan menuju blok hutan yang masih tersisa.

Mengapa Kebakaran Justru Berbahaya Saat Api Belum Menyentuh Satwa

Direktur Operasional Program YIARI Argitoe Ranting menjelaskan, ancaman terbesar bukan hanya saat api mendekati orang utan. Yang lebih berisiko adalah ketika kebakaran memutus jalur mereka menuju habitat alami.

"Yang kami khawatirkan bukan hanya ketika api mendekati orang utan, tetapi juga ketika kebakaran memutus akses mereka menuju hutan. Mereka akhirnya terjebak di lanskap perkebunan dan berpindah dari satu kebun ke kebun lainnya untuk mencari makanan dan tempat berlindung," ujarnya di Ketapang, Kamis.

Kondisi itu membuat orang utan turun ke kebun campuran milik warga. Mereka berpindah dari satu kebun ke kebun lain untuk mencari pakan dan tempat berlindung.

Enam Orang Utan Dievakuasi dari Dua Operasi Terpisah

Evakuasi di Kayong Utara berlangsung dalam dua gelombang, yakni 4 dan 8 September 2026. Keenam individu dievakuasi dari kawasan perkebunan campuran milik warga di Desa Pemangkat.

Dua di antaranya berstatus induk dan anak, begitu pula pasangan berikutnya. Dua orang utan lainnya masuk kategori remaja. Seluruhnya ditemukan setelah tim menerima laporan keberadaan satwa di sekitar perkebunan warga.

Kebakaran di sekitar kawasan disebut menjadi pemicu utama. Akses menuju blok hutan yang tersisa terputus, sehingga satwa terdorong masuk ke lanskap perkebunan.

YIARI Dukung Respons Pemerintah terhadap Dampak Karhutla

Ketua Umum YIARI Silverius Oscar Unggul menyatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian Kehutanan dan BKSDA Kalimantan Barat dalam menangani dampak karhutla terhadap satwa liar.

"YIARI mendukung penuh upaya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Kalimantan Barat dalam merespons dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap satwa liar," katanya.

Menurut Silverius, penyelamatan satwa merupakan bagian penting dari penanganan dampak karhutla. Terutama ketika kebakaran membuat habitat dan akses satwa ke hutan makin terbatas.

BKSDA: Pencegahan Tetap Prioritas, Warga Diminta Melapor

Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengatakan, karhutla mengganggu akses satwa liar terhadap sumber pakan dan ruang jelajahnya.

"Pencegahan karhutla tetap menjadi pilihan utama. Namun, ketika kebakaran telah terjadi, keterlibatan masyarakat untuk mendeteksi dan melaporkan keberadaan satwa terdampak menjadi bagian penting dalam penanganan dampaknya," katanya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat segera melapor jika menemukan satwa liar yang keluar dari habitatnya. Khususnya di kawasan yang terdampak atau terancam kebakaran.

Laporan warga menjadi kunci di wilayah yang akses jalurnya sudah terputus akibat karhutla. Tanpa deteksi cepat, orang utan berisiko lebih lama terjebak di lanskap perkebunan.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks