SAMBAS — Sosialisasi program dihadiri Tim TJSL PLN UP3 Singkawang bersama Sekretaris Desa Sejiram Rudi M., S.Pd.I., M.E., dan Direktur BUMDes Maju Bersama Bambang Iswanto. Bantuan yang disiapkan mencakup penyambungan listrik baru berdaya 5.500 VA, instalasi dan penerangan kandang, mesin pencacah pakan (chopper), pompa air, tandon air, hingga pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik.
Dukungan tidak berhenti pada perangkat keras. PLN juga menyiapkan pelatihan manajemen usaha peternakan, pengolahan pakan fermentasi, dan pembuatan pupuk organik bagi pengelola BUMDes.
Sarana Kelistrikan Jadi Kendala Utama Peternakan
Sebelum program ini berjalan, operasional peternakan menghadapi keterbatasan sarana kelistrikan. Sejumlah proses dikerjakan secara manual atau memakai peralatan berbahan bakar minyak.
Kondisi itu membuat biaya operasional membengkak dan produktivitas sulit dinaikkan. Kehadiran listrik PLN diharapkan menekan pengeluaran sekaligus membuka peluang pengembangan produk sampingan bernilai tambah bagi BUMDes.
PLN Mobile Bantu BUMDes Hitung Kebutuhan Listrik
Direktur BUMDes Maju Bersama Desa Sejiram, Bambang Iswanto, menyampaikan bahwa pemanfaatan PLN Mobile turut membantu pihaknya mempersiapkan kebutuhan penyambungan listrik.
"Menggunakan aplikasi PLN Mobile membuat estimasi biaya lebih jelas dan transparan. Dengan begitu, kami dapat merencanakan kebutuhan kelistrikan dan anggaran secara lebih terukur sejak awal," ujar Bambang.
Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, mengapresiasi kolaborasi antara PLN, pemerintah desa, dan BUMDes dalam mendorong pemanfaatan energi listrik untuk kegiatan produktif.
"Kami mengapresiasi tim PLN dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mengawali program ini. Electrifying Agriculture bukan hanya tentang menghadirkan listrik, tetapi bagaimana energi tersebut mampu menjadi penggerak produktivitas, efisiensi, dan kemandirian usaha masyarakat," ungkap Made.
Listrik sebagai Penggerak Ekonomi Desa
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan pemanfaatan listrik produktif merupakan bagian dari strategi PLN dalam menciptakan nilai bersama dengan masyarakat.
"PLN terus mendorong pemanfaatan energi listrik yang memberikan dampak ekonomi dan sosial secara berkelanjutan. Melalui Electrifying Agriculture, kami ingin memastikan kehadiran listrik tidak berhenti pada akses, tetapi menjadi enabler bagi peningkatan produktivitas, penguatan ekonomi lokal, dan ketahanan pangan," tutur Maria.
Ke depan, PLN berharap Unit Peternakan Sapi BUMDes Maju Bersama dapat menjadi contoh pemanfaatan energi listrik secara produktif di tingkat desa. Harapannya, usaha peternakan di Sejiram tumbuh lebih efisien, mandiri, dan berkelanjutan.