Pencarian

Satgas Ketahanan Pangan Pontianak Cek Pasar Flamboyan, Harga Cabai Cakra Turun 20 Persen

Jumat, 30 Oktober 2026 • 12:46:02 WIB
Satgas Ketahanan Pangan Pontianak Cek Pasar Flamboyan, Harga Cabai Cakra Turun 20 Persen
Tim Satgas Ketahanan Pangan Kota Pontianak memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Flamboyan.

PONTIANAK — Tim Satgas Ketahanan Pangan Kota Pontianak menyisir Pasar Flamboyan dan sejumlah supermarket untuk memastikan ketersediaan, distribusi, dan perkembangan harga kebutuhan pokok. Pemantauan dilakukan rutin sepanjang tahun, baik dalam agenda bulanan, triwulanan, maupun semesteran.

Dari hasil pengecekan, sejumlah komoditas justru tercatat mengalami penurunan harga. Cabai cakra menjadi salah satu yang paling mencolok.

Harga Cabai Cakra Turun dari Rp150 Ribu ke Rp96 Ribu per Kilogram

Sila (18), pedagang cabai cakra di Pasar Flamboyan, mengatakan harga kini cenderung turun. Dua bulan lalu, harga tertinggi sempat mencapai Rp150 ribu per kilogram, kemudian turun Rp120 ribu per kilogram, dan kini menjadi Rp96 ribu per kilogram.

"Sekarang Rp96 ribu per kilogram. Paling mahal sempat Rp150 ribu per kilo dua bulan lalu," kata Sila.

Cabai yang dijualnya berasal dari luar Kalimantan Barat. Kecenderungan warga yang doyan makan pedas membuat cabai tetap dicari meski harganya sempat melonjak.

Ikan Tongkol Naik, Bawang dan Telur Relatif Stabil

Berbeda dengan cabai, harga ikan sempat mengalami kenaikan. Ikan tongkol dijual paling rendah Rp38 ribu per kilogram dan tertinggi Rp50 ribu per kilogram.

"Kalau tongkol sekarang Rp45 ribu per kilo. Naik turunnya tergantung suplai, kosong atau tidak," kata Aditya, pedagang ikan di Pasar Flamboyan.

Amirullah menyebut harga bawang juga cenderung menurun. Telur ayam dan daging ayam terpantau relatif stabil dengan ketersediaan yang dinilai mencukupi.

Distribusi Lancar Jadi Kunci Stabilitas Harga

Menurut Amirullah, kelancaran distribusi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan stabilitas harga di tingkat konsumen. Pemantauan tidak hanya difokuskan pada harga jual, tetapi juga pada rantai pasok sejak produksi hingga komoditas tersedia di pasar.

"Kita memastikan mulai dari produksi, distribusi, ketersediaan sampai harga. Faktor-faktor itulah yang menjadi perhatian Satgas Ketahanan Pangan," katanya.

Berdasarkan wawancara dengan para pedagang, sejauh ini tidak ada persoalan dari sisi produksi maupun distribusi. Satgas Ketahanan Pangan juga berjalan beriringan dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Yang paling penting kebutuhan pokok masyarakat harus terjamin, tersedia, distribusinya lancar dan harganya tetap terjangkau," jelas Amirullah.

Operasi Pasar Jadi Opsi Jika Harga Melonjak

Pemkot Pontianak tetap memberi perhatian terhadap komoditas yang pergerakan harganya cukup besar. Pemantauan rutin dilakukan perangkat daerah yang membidangi perdagangan, pangan, pertanian, dan perikanan.

"Kita ingin memastikan ketersediaan tetap terjaga dan mengetahui lebih cepat kalau ada pergerakan harga yang tidak wajar," terangnya.

Jika ditemukan lonjakan harga signifikan atau gangguan pasokan, pemerintah dapat mengambil langkah intervensi melalui operasi pasar seperti yang dilakukan di seluruh kecamatan beberapa waktu lalu.

"Kalau dipandang perlu dan terjadi distorsi harga yang tinggi, operasi pasar bisa dilakukan. Seperti yang sudah kita lakukan sebelumnya," kata Amirullah.

Untuk kondisi saat ini, ia menegaskan belum ada persoalan berarti pada pasokan maupun distribusi kebutuhan pokok di Pontianak.

"Untuk sekarang kondisinya masih relatif stabil. Tetapi pemantauan tetap kita lakukan supaya kalau ada perubahan, pemerintah bisa segera mengambil langkah," pungkasnya.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks