Pemprov Kalbar Miliki Potensi Skandium dari Limbah Bauksit, Mineral Kritis Ini Belum Diolah Secara Komersial

Penulis: Nurul Huda  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:49:56 WIB
Limbah bauksit di Kalbar mengandung mineral skandium yang berpotensi tinggi untuk industri.

PONTIANAK — Di balik tumpukan limbah bauksit yang selama ini dianggap sebagai masalah lingkungan, Kalimantan Barat ternyata menyimpan potensi mineral langka yang sangat dibutuhkan dunia. Skandium, logam tanah jarang yang digunakan dalam industri kedirgantaraan, elektronik, hingga sel bahan bakar, terkandung dalam residu bauksit atau yang dikenal sebagai red mud.

Mengapa Skandium dalam Limbah Bauksit Belum Diolah?

Meski bernilai ekonomi tinggi, proses ekstraksi skandium dari limbah bauksit tidak sederhana. Teknologi pemisahan mineral ini masih tergolong mahal dan membutuhkan investasi besar. Belum lagi, volume limbah yang harus diolah sangat masif, sementara konsentrasi skandium di dalamnya relatif kecil.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalbar menyebut bahwa riset awal sudah dilakukan, tetapi belum ada investor yang berani masuk ke tahap komersialisasi. "Kandungannya ada, tapi butuh studi kelayakan yang detail dan teknologi yang tepat," ujarnya.

Nilai Strategis Skandium bagi Industri Global

Skandium termasuk dalam daftar mineral kritis yang diprioritaskan banyak negara maju. Permintaan global terhadap logam ini terus meningkat seiring pengembangan teknologi ramah lingkungan. Paduan aluminium-skandium, misalnya, digunakan untuk membuat rangka pesawat dan sepeda balap yang lebih ringan namun kuat.

Sayangnya, Indonesia selama ini lebih banyak mengekspor bauksit mentah tanpa mengolah limbahnya. Padahal, jika teknologi ekstraksi skandium bisa diterapkan, Kalbar berpotensi menjadi salah satu pemasok utama mineral ini di Asia Tenggara.

Apa Langkah Selanjutnya bagi Pemprov Kalbar?

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak tinggal diam. Beberapa perguruan tinggi dan lembaga riset telah dilibatkan untuk menguji sampel limbah bauksit dari sejumlah titik tambang. Hasil awal menunjukkan adanya kandungan skandium yang layak diteliti lebih lanjut.

Pemprov juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dan investor asing yang memiliki pengalaman di bidang metalurgi. Namun, semua masih dalam tahap kajian dan belum ada keputusan final mengenai proyek percontohan.

Apa Dampak bagi Warga dan Lingkungan Sekitar Tambang?

Jika pengolahan skandium berhasil dilakukan secara komersial, dampak positifnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar tambang. Selain menyerap tenaga kerja, pengolahan limbah bauksit juga mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat penumpukan red mud.

Warga di sekitar area tambang selama ini mengeluhkan debu dan air yang berubah warna akibat limbah bauksit. Dengan adanya teknologi pengolahan, limbah yang tadinya menjadi beban bisa berubah menjadi aset ekonomi baru bagi daerah.

Berapa Potensi Ekonomi Skandium dari Limbah Bauksit Kalbar?

Meski angka pastinya belum dirilis, harga skandium oksida di pasar global bisa mencapai ribuan dolar AS per kilogram. Dengan cadangan bauksit yang melimpah di Kalbar, potensi nilai ekonominya sangat besar. Namun, semua itu masih tergantung pada keberhasilan riset dan kesiapan infrastruktur pengolahan.

Pemprov Kalbar berharap dalam beberapa tahun ke depan, limbah bauksit tidak lagi sekadar masalah lingkungan, melainkan menjadi sumber pendapatan baru yang strategis bagi daerah.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top