KALIMANTAN BARAT — Permintaan maaf tersebut disampaikan Widay melalui unggahan video di akun Instagram @hyundaifatmawati.widay pada Kamis (20/8). Dalam pernyataannya, Widay mengakui kesalahannya dan berjanji menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga untuk memperbaiki standar pelayanan kepada konsumen, khususnya pelanggan Hyundai di Gowa.
"Saya Widay, atas nama pribadi berniat ingin meminta maaf kepada Kakak Juju atas sikap pelayanan saya yang tidak baik dan tidak semestinya," ujar Widay dalam video tersebut.
Perselisihan ini berawal dari unggahan Aa Juju di Instagram dan TikTok yang mengeluhkan serangkaian masalah pada unit Hyundai Ioniq 5 yang dibelinya secara tunai. Influencer tersebut melaporkan fitur fast charging yang tidak berfungsi, aki yang mendadak soak setelah melakukan parkir paralel, hingga mobil yang sempat mengalami mogok total.
Kekecewaan Aa Juju semakin memuncak lantaran respons dari pihak sales dinilai lambat dan acuh tak acuh. Yang lebih memberatkan, terjadi ketidaksesuaian informasi terkait prosedur parkir paralel antara pihak sales dan tim mekanik teknisi. Padahal, kepastian soal penanganan parkir paralel menjadi pertimbangan utama Juju sebelum memutuskan membeli kendaraan listrik tersebut.
Untuk mendapatkan penjelasan langsung, Aa Juju sempat mendatangi diler Hyundai Gowa Fatmawati. Namun, pertemuan tersebut gagal menghasilkan solusi. Supervisor sales di lokasi dinilai kurang memahami spesifikasi teknis Ioniq 5, yang kemudian memicu adu mulut dan direkam hingga viral di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Widay yang berperan sebagai atasan dari sales bernama Adel, menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh atas dampak negatif dari video yang beredar luas. Ia juga menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada Hyundai Motor Indonesia selaku ATPM resmi.
"Saya selaku atasan daripada sales yang bernama Adel, siap bertanggung jawab penuh menerima konsekuensi ini atas video yang telah beredar. Saya juga siap menerima konsekuensi yang akan diberikan kepada saya oleh tempat perusahaan di mana saya bernaung atas sikap pelayanan saya yang tidak sesuai dengan standarisasi yang sudah perusahaan tentukan," tegas Widay.
Widay berjanji akan melakukan evaluasi diri secara menyeluruh untuk meningkatkan mutu pelayanan di masa mendatang. "Melalui kejadian ini, saya menjadikan pelajaran ke depannya untuk memperbaiki kualitas pelayanan saya terhadap konsumen-konsumen, terlebih khusus kepada konsumen Hyundai Gowa Fatmawati. Kiranya video permohonan maaf saya ini bisa diterima," tutup Widay.