IWIP Magangkan 470 Mahasiswa di Industri Nikel, 90 Masih Aktif

Penulis: Oman Sudirman  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 12:51:31 WIB
IWIP menerima sekitar 470 mahasiswa dalam program magang industri nikel sejak 2022, dengan 90 peserta masih aktif menjalani pelatihan.

KALIMANTAN BARAT — PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) telah menerima sekitar 470 mahasiswa dalam program magang industri nikel sejak diluncurkan pada 2022, dengan 90 peserta masih menjalani pelatihan di berbagai unit kerja. Program ini menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja hilirisasi nikel di Maluku Utara.

Paragraf pembuka: Sebanyak 470 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Indonesia tercatat mengikuti program magang IWIP sejak empat tahun lalu. Peserta berasal dari berbagai disiplin teknik, mulai dari pertambangan hingga sipil, dan ditempatkan langsung di unit operasional perusahaan.

Dari Kampus ke Lini Produksi

Mahasiswa yang mengikuti program ini tidak hanya mengamati dari jauh. Mereka diterjunkan ke unit kerja nyata, mulai dari pembangkit listrik, smelter ferronickel, hingga departemen sumber daya manusia.

Di sana, peserta mempelajari proses operasional, teknologi yang dipakai, standar kerja, serta prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang berlaku di lingkungan industri.

Saat ini, 12 mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) Ternate tengah menjalani magang. Mereka berasal dari program studi Teknik Pertambangan, Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil.

Alasan Mahasiswa Ikut Magang

Iwan Pratama Bumi Laksana, mahasiswa semester tujuh Teknik Sipil Unkhair, menuturkan alasannya mengikuti program ini. Ia ditempatkan di Departemen Mining, Divisi Infrastruktur.

"Selama kuliah, saya lebih banyak mendapatkan teori, perhitungan, dan tugas. Saya ingin melihat bagaimana ilmu yang selama ini dipelajari diterapkan ketika berhadapan dengan kondisi pekerjaan yang sebenarnya," ujar Iwan, Jumat (23/10/2026).

Selain keterampilan teknis, peserta dilatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi. Keterampilan nonteknis ini dinilai sama pentingnya dengan penguasaan materi di bangku kuliah.

Peluang Karier setelah Magang

General Manager Human Resources IWIP, Rosalina Sangaji, menyatakan pengembangan kompetensi tenaga kerja harus berjalan seiring pertumbuhan industri. Menurutnya, pengalaman kerja sejak masa pendidikan membantu generasi muda memahami kebutuhan dunia kerja.

"Pengembangan SDM tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan kesempatan dan ruang bagi generasi muda untuk terus belajar, mencoba, dan mengembangkan kemampuannya," ujar Rosalina.

Ia menambahkan, peserta yang kompetensinya sesuai kebutuhan perusahaan terbuka peluang untuk berkontribusi lebih jauh, termasuk menjadi bagian dari IWIP.

Bagi mahasiswa Maluku Utara, program ini memberi kesempatan mengenal lebih dekat industri yang tumbuh di daerah mereka sendiri. Hilirisasi nikel memang sedang berkembang pesat di kawasan tersebut, dan kebutuhan akan tenaga kerja terampil ikut meningkat.

IWIP sendiri merupakan salah satu kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Keberadaan program magang ini menjadi jalur bagi perusahaan untuk menyiapkan calon pekerja sekaligus memperkenalkan standar industri sejak dini kepada mahasiswa.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top