Pencarian

Harga Emas Pegadaian 21 Oktober 2026: Antam Cs Kompak Turun

Rabu, 21 Oktober 2026 • 12:51:01 WIB
Harga Emas Pegadaian 21 Oktober 2026: Antam Cs Kompak Turun
Harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian kompak turun pada Rabu (21/10/2026).

KALIMANTAN BARAT — Harga emas di Pegadaian untuk produk Galeri24, Antam, dan UBS kompak turun pada Rabu (21/10/2026), dengan Antam masih tertinggi di Rp 2.593.000 per gram. Pelemahan ini sejalan dengan koreksi harga emas dunia yang tertekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Paragraf pembuka: Penurunan harga emas di Pegadaian terjadi di tengah koreksi pasar logam mulia global. Harga emas Antam susut Rp 10.000 dari posisi sebelumnya Rp 2.603.000 per gram, sementara Galeri24 dan UBS masing-masing turun Rp 6.000 per gram. Ketiga produk itu kini sama-sama berada di kisaran Rp 2,5 juta per gram.

Rincian Harga per Gram

Mengutip laman Pegadaian pada pukul 11.40 WIB, harga emas Galeri24 berada di Rp 2.504.000 per gram. Posisi itu turun dari sebelumnya Rp 2.510.000 per gram.

Harga emas UBS ditetapkan Rp 2.528.000 per gram, terpangkas dari Rp 2.534.000 per gram. Adapun Antam masih memimpin di Rp 2.593.000 per gram meski mengalami koreksi paling dalam.

Pegadaian menegaskan harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pembaruan dari perusahaan. Calon pembeli diminta memeriksa kembali harga terbaru sebelum bertransaksi.

Pilihan Ukuran dan Harga

Masyarakat punya beragam pilihan ukuran sesuai kebutuhan dan anggaran. Galeri24 tersedia dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, UBS dari 0,5 gram sampai 500 gram, sedangkan Antam dari 0,5 gram hingga 100 gram.

Untuk ukuran 0,5 gram, Galeri24 dibanderol Rp 1.313.000, Antam Rp 1.347.000, dan UBS Rp 1.367.000. Pada ukuran 5 gram, harganya masing-masing Rp 12.275.000 untuk Galeri24, Rp 12.734.000 untuk Antam, dan Rp 12.396.000 untuk UBS.

Ukuran besar juga tersedia. Galeri24 100 gram seharga Rp 243.219.000 dan 1.000 gram Rp 2.426.212.000. Antam 100 gram Rp 253.357.000, sementara UBS 500 gram Rp 1.225.772.000.

Tekanan dari Suku Bunga AS

Koreksi harga emas domestik mengikuti pergerakan pasar global. Harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi US$ 4.125,90 per ons pada perdagangan Selasa (20/10/2026), sementara kontrak berjangka AS untuk pengiriman Desember melemah 0,4 persen ke US$ 4.142,60 per ons.

Investor tengah mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS lebih lanjut tahun ini, menjelang pertemuan kebijakan The Fed pekan depan. The Fed sendiri menaikkan suku bunga 25 basis poin pada September, kenaikan pertama tahun ini.

"Inflasi dan suku bunga the Fed merupakan faktor utama yang menjadi tantangan bagi emas saat ini. Untuk sementara waktu, obligasi pemerintah AS tampak lebih menarik dibandingkan emas sebagai aset aman," ujar Senior Market Strategis StoneX, Bob Haberkorn.

Haberkorn menuturkan level US$ 4.000 menjadi angka penting yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah harga emas mampu bertahan di atasnya. "Banyak dari hal tersebut, untuk saat ini, akan bergantung pada apa yang disampaikan oleh The Fed," ujarnya.

Masih Jauh dari Rekor Tertinggi

Harga emas saat ini turun sekitar 26 persen dari rekor tertingginya US$ 5.594,82 pada Januari, dan sekitar 22 persen dari level saat dimulainya perang di Iran. Kekhawatiran inflasi energi kala itu memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga.

Emas memang dikenal sebagai lindung nilai inflasi, tetapi daya tariknya sebagai aset tanpa imbal hasil berkurang di tengah lingkungan suku bunga tinggi. Pelaku pasar melihat peluang 92 persen kenaikan suku bunga pada Desember, menurut perangkat FedWatch dari CME.

Perhatian pasar berikutnya tertuju pada data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang dirilis pekan depan. Indikator itu menjadi acuan utama The Fed untuk menilai apakah tekanan inflasi masih berlanjut dan bagaimana pengaruhnya terhadap prospek suku bunga.

Penutup: Bagi pembeli emas di Pegadaian, koreksi kali ini memberi ruang masuk dengan harga lebih rendah, terutama pada ukuran kecil. Namun arah harga dalam beberapa pekan ke depan masih bergantung pada keputusan The Fed dan data inflasi AS.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks