Pencarian

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Sebut Budaya Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi di Rembuk APEKSI Singkawang

Selasa, 20 Oktober 2026 • 10:17:01 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Sebut Budaya Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi di Rembuk APEKSI Singkawang
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan pandangannya tentang budaya sebagai identitas kota dalam Rembuk Sektor Kebudayaan APEKSI di Singkawang.

SINGKAWANG — Edi Rusdi Kamtono menyampaikan pandangannya tentang budaya sebagai identitas kota dalam forum Rembuk Sektor Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Menurutnya, setiap kota memiliki karakter, sejarah, tradisi, dan ekspresi budaya yang berbeda. Kekayaan itu tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi perlu diberi ruang agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

"Budaya itu identitas kota. Tantangannya sekarang bagaimana budaya tidak hanya kita simpan sebagai warisan, tetapi terus hidup, dikenal generasi muda dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Rembuk APEKSI Jadi Ruang Belajar Antarkota

Rembuk Budaya APEKSI 2026 berlangsung di Singkawang pada 14–18 Oktober dan mempertemukan kepala daerah serta delegasi dari berbagai kota di Indonesia. Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan dan praktik baik dalam pemajuan kebudayaan.

Bagi Edi, pertemuan seperti ini penting agar pembangunan kebudayaan tidak berjalan sendiri-sendiri di masing-masing daerah. Setiap kota punya keunggulan yang bisa dipelajari kota lain, termasuk Pontianak yang dinilainya punya karakter kuat.

Karakter Kota Khatulistiwa sebagai Modal

Edi melihat peluang budaya sebagai kekuatan pembangunan sangat terbuka di Pontianak. Kota Khatulistiwa memiliki karakter yang tumbuh dari Sungai Kapuas, sejarah Kesultanan Pontianak, keberagaman masyarakat, kuliner, seni tradisi, hingga berbagai agenda budaya yang terus berkembang.

"Kita juga punya kekayaan yang besar. Tinggal bagaimana ruangnya kita perkuat, pelaku budayanya kita libatkan, kemudian dikemas dengan baik tanpa menghilangkan nilai dan keasliannya," katanya.

Ia menilai pembangunan kota dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan. Penataan ruang publik, kawasan waterfront, taman, hingga fasilitas kota dapat sekaligus menjadi ruang bagi seni dan budaya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Hal itu sejalan dengan arah pembangunan Pontianak yang ingin memperkuat karakter kota yang humanis.

Budaya sebagai Perekat Warga Kota

Budaya menjadi salah satu unsur penting karena mampu membangun rasa memiliki terhadap kota sekaligus mempertemukan masyarakat dengan latar belakang berbeda. Edi menambahkan, pertemuan antarkota seperti Rembuk Budaya APEKSI memungkinkan setiap daerah belajar dari keunggulan kota lainnya.

"Setiap kota punya keunggulan sendiri. Kita bisa belajar dari Singkawang, begitu pula kota lain bisa belajar dari Pontianak. Forum seperti ini penting supaya pembangunan kebudayaan tidak berjalan sendiri-sendiri," katanya.

Harapan Kolaborasi Antarkota yang Konkret

Edi berharap hasil rembuk tidak berhenti menjadi diskusi, tetapi melahirkan kolaborasi antarkota yang konkret. Bentuknya bisa berupa pertukaran pelaku seni, promosi bersama, festival, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

"Kalau budaya kita rawat, masyarakatnya ikut bangga. Kalau kemudian dikembangkan dengan kreatif, budaya juga bisa menjadi kekuatan ekonomi dan daya tarik kota. Yang paling penting, generasi berikutnya tetap mengenal siapa mereka dan dari mana kotanya tumbuh," pungkasnya.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbarnews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks