PONTIANAK — Ria Norsan menegaskan, haul pendiri Kesultanan Pontianak itu melampaui rutinitas seremoni tahunan. Baginya, perhelatan ini adalah pengingat kolektif akan akar sejarah yang menyatukan seluruh elemen masyarakat di Kalbar.
Mengapa Haul Sultan Syarif Abdurrahman Dianggap Strategis?
Menurut Wagub, Sultan Syarif Abdurrahman adalah figur sentral. Ia tidak hanya meletakkan dasar pemerintahan, tetapi juga merajut harmoni antaretnis dan agama di Pontianak. Haul akbar ini diyakini mampu merekatkan kembali semangat gotong royong yang mulai tergerus.
"Ini momentum merawat sejarah dan persatuan. Kita semua harus hadir, bukan sebagai penonton, melainkan bagian dari proses memperkuat toleransi," ujar Ria Norsan, Selasa.
Dukungan Pemerintah untuk Kemeriahan Haul
Pemerintah Provinsi Kalbar siap memfasilitasi dan mendukung penuh rangkaian acara. Dukungan mencakup koordinasi keamanan, protokol acara, hingga partisipasi elemen masyarakat lintas iman.
Ria Norsan berharap haul ini tidak hanya dihadiri kalangan keraton atau pejabat, tetapi juga masyarakat umum. "Semakin banyak yang hadir, semakin kuat pesan persatuan yang kita bangun," tambahnya.
Warisan Sejarah yang Hidup di Tengah Masyarakat
Sultan Syarif Abdurrahman dikenal sebagai pendiri Kesultanan Pontianak pada abad ke-18. Jejak perjuangannya membangun peradaban di tepi Sungai Kapuas masih terlihat dalam tradisi dan nilai sosial yang dipegang warga.
Dengan dukungan penuh dari Wagub, haul akbar tahun ini diharapkan menjadi salah satu hajatan budaya dan keagamaan terbesar di Kalbar. Panitia mulai menyiapkan rangkaian kegiatan yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah.