PONTIANAK — Ekonomi syariah di Kalimantan Barat mendapat dorongan baru melalui penyelenggaraan Rangkaian Aksi Kolaborasi Membangun Ekonomi Syariah Khatulistiwa (Rabbani Khatulistiwa) 2026. Mengusung tema “Penguatan Rantai Nilai Halal dan Halal Lifestyle untuk Kemandirian Pesantren dan Umat Kalimantan Barat”, acara ini menjadi bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).
Target Transaksi Rp 6,85 Miliar dari Sektor Halal
Pada penyelenggaraan tahun kelima ini, panitia menargetkan terciptanya business matching pembiayaan sebesar Rp4,2 miliar dan penjualan produk UMKM sebesar Rp2,65 miliar. Angka ini mencerminkan optimisme terhadap potensi ekonomi syariah di Kalimantan Barat yang didukung oleh lebih dari 338 ribu UMKM dan 5.173 pelaku usaha halal.
Tiga Pilar Penguatan Ekonomi Syariah Daerah
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menyampaikan bahwa arah pengembangan ekonomi syariah di Kalbar difokuskan pada tiga pilar utama. Pertama, penguatan halal value chain. Kedua, penguatan keuangan dan sosial syariah. Ketiga, peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah.
“Melalui Rabbani Khatulistiwa 2026, Bank Indonesia mendorong peningkatan awareness dan partisipasi stakeholders, penguatan kapasitas pelaku usaha syariah, serta penguatan konektivitas ekosistem ekonomi syariah Kalimantan Barat,” ujar Doni dalam sambutannya di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat.
Potensi Besar dan Tantangan Ekosistem Halal Kalbar
Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang mencapai 6,14% (yoy) pada triwulan I 2026 menjadi modal utama. Namun, pengembangan ekonomi syariah masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain perlunya peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah, perluasan sertifikasi halal, penguatan akses pembiayaan syariah, serta pengembangan akses pasar dan rantai pasok produk halal.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah dibangun. Pemerintah Provinsi Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus bagian dari upaya meningkatkan daya saing daerah menuju Anugerah Adinata Syariah 2027.
Peluncuran Dashboard Data Eksyar dan Garda Muda
Pada pembukaan acara, sejumlah inisiatif strategis diluncurkan. Antara lain Dashboard Portal Data Eksyar SIAR Kalbar (siarkalbar.id), pengenalan Garda Muda Eksyar Kalbar sebagai penggerak literasi ekonomi syariah generasi muda, serta pengukuhan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Indonesia Kalimantan Barat dan mitra strategis lainnya.
Rangkaian Kegiatan Selama Tiga Hari
Rabbani Khatulistiwa 2026 akan berlangsung pada 18 hingga 20 Juni 2026 melalui berbagai kegiatan utama. Mulai dari Sharia Forum, Sharia Fair, Rabbani Future Business, Halal Mart, Wakaf Coffee Corner (WAKAFEIN), coaching clinic, kompetisi ekonomi syariah, hingga program pengembangan UMKM dan pesantren.
Secara nasional, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam pengembangan ekonomi syariah berdasarkan State of the Global Islamic Economy Indicator (SGIE) 2026. Indonesia juga mencatat peringkat pertama dunia untuk modest fashion dan peringkat ketiga untuk halal food.