KUBU RAYA — Erlina menegaskan seluruh aktivitas dan program PKK harus kembali pada esensi gerakan, yakni memberdayakan keluarga sebagai titik awal pembangunan bangsa. Menurutnya, momen HKG PKK ke-54 menjadi momentum strategis untuk memperkuat gerakan melalui optimalisasi 10 program pokok PKK secara terpadu dan berkelanjutan.
Jaringan Besar PKK hingga ke Desa
Erlina menyebut PKK memiliki jaringan kelembagaan yang besar hingga tingkat desa dan kelurahan. Posisi strategis ini memungkinkan PKK menjangkau keluarga dan masyarakat secara langsung.
"Kualitas kelembagaan dan sumber daya manusia yang sangat besar tersebut harus terus diperkuat baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun kepemimpinan agar mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan keluarga dan masyarakat," ujar Erlina.
10 Program Pokok Harus Saling Mendukung
Ia menilai pelaksanaan 10 program pokok PKK tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Setiap program harus saling mendukung dan memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas hidup keluarga.
Erlina juga mendorong penguatan kemitraan antara PKK dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan. Tujuannya untuk memperluas dampak program pemberdayaan keluarga di berbagai bidang.
Gubernur: Gotong Royong Kunci Hadapi Tantangan
Gubernur Kalbar Ria Norsan menambahkan, semangat gotong royong harus terus menjadi kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
"Kalau kita renungkan bersama, salah satu kekuatan terbesar bangsa Indonesia sejak dahulu adalah semangat gotong royong. Berkat semangat itulah berbagai tantangan dapat kita lalui dan dengan semangat yang sama pula kita membangun masa depan bangsa," katanya.
Ketahanan Keluarga dan Gotong Royong untuk Semua Sektor
Ria menekankan penguatan ketahanan keluarga dan budaya gotong royong menjadi penting. Sebab, berbagai program pembangunan—mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, pertumbuhan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan—akan lebih mudah diwujudkan dengan dukungan masyarakat.
Bupati Kubu Raya: Gotong Royong Juga untuk Persoalan Rumah Tak Layak Huni
Bupati Kubu Raya Sujiwo menambahkan, semangat gotong royong harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam pelaksanaan pembangunan dan penyelesaian persoalan masyarakat. Ia mencontohkan upaya pemerintah daerah mengatasi persoalan rumah tidak layak huni di bantaran Sungai Kapuas.
Persoalan tersebut terkendala status kepemilikan lahan dan kawasan jalur hijau. Menurut Sujiwo, masalah itu membutuhkan kolaborasi dan gotong royong berbagai pihak karena tidak seluruhnya dapat diintervensi menggunakan APBD.
"Gotong royong bukan hanya bicara tentang membersihkan jalan raya, selokan, atau sungai, tetapi juga dapat kita ejawantah dalam kinerja pemerintahan," ujar Sujiwo.
Ia menegaskan kolaborasi antara Pemkab Kubu Raya, Pemprov Kalbar, dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat. Tujuannya agar pembangunan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok yang berada di kantong-kantong kemiskinan.