JAKARTA — Rencana kolaborasi ini diumumkan sebagai respons atas pesatnya pertumbuhan layanan keuangan digital yang menuntut pemahaman lebih mendalam dari para jurnalis. Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto, menyampaikan bahwa wartawan memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap ekosistem keuangan digital.
Menurut Marthen, peningkatan kapasitas wartawan menjadi langkah penting agar pemberitaan yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan edukasi dan perlindungan bagi masyarakat. "Melalui workshop ini kami berharap wartawan dapat memahami literasi dan inklusi keuangan secara lebih mendalam. Dengan begitu, pemberitaan yang dihasilkan dapat memberikan edukasi serta perlindungan kepada masyarakat di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital," ujarnya.
Mengapa Jurnalis Perlu Memahami Industri Pindar?
Industri pendanaan digital atau fintech lending kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Namun, minimnya pemahaman publik kerap dimanfaatkan oleh oknum yang menyebarkan informasi keliru. Workshop ini dirancang untuk membekali wartawan dengan pengetahuan yang akurat mengenai mekanisme industri, sehingga mampu menyaring informasi sebelum disebarluaskan.
Marthen menegaskan bahwa media berada di posisi terdepan untuk mencegah penyebaran berita bohong atau menyesatkan di bidang keuangan. Dengan kompetensi yang mumpuni, jurnalis diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi literasi keuangan yang sehat dan transparan.
Sinergi Pers dan Industri Fintech untuk Ekosistem Keuangan
Kolaborasi antara PWI Pusat dan AFPI ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia pers dan industri pendanaan digital. Tujuannya jelas, mendukung terciptanya ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, transparan, dan berkelanjutan di Indonesia.
Lewat diskusi dan materi yang akan disampaikan dalam workshop, para peserta diharapkan mampu menguasai isu-isu terkini seputar fintech lending. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan nasional yang merata hingga ke pelosok daerah.
Pada akhirnya, jurnalisme berkualitas diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, membangun kepercayaan publik, serta melindungi masyarakat dari berbagai informasi menyesatkan di bidang literasi keuangan. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen insan pers untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.