SINTANG — Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, membuat warga resah. Mereka harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membeli BBM jenis Pertalite.
Seorang warga melaporkan, antrean di setiap SPBU di Sintang sudah di luar batas wajar. "Kami para pengguna Pertalite harus mengantre bahkan sampai 2 jam lebih untuk mendapatkan Pertalite, antrean Pertalite sudah di luar biasa panjangnya di Sintang ini min, di setiap SPBU yang ada di Sintang antreannya sudah mengular," ungkapnya kepada TKP Pontianak pada Rabu (26/8/2026).
Modus Pembelian Pakai Drum di Dalam Mobil
Keluhan warga tidak hanya soal waktu tunggu. Mereka juga menyoroti praktik pembelian BBM dalam jumlah besar yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab.
Warga tersebut menyertakan foto dan video yang memperlihatkan sebuah mobil diduga memuat drum yang akan diisi Pertalite. Peristiwa itu terekam di SPBU dengan kode 64-786-12 di kawasan Tugu BI Sintang.
"Kami harus berlomba dengan para pengantre Pertalite yang mana para pengantre sudah tidak tanggung-tanggung mengisi Pertalite menggunakan drum yang disimpan dalam mobil di SPBU Tugu BI Sintang," tambahnya.
Warga Desak Pemisahan Jam Pengisian untuk Pengecer
Praktik pembelian menggunakan drum ini dinilai merugikan pengendara umum yang hanya butuh BBM untuk kendaraan sehari-hari. Warga pun mendesak pihak pengelola SPBU mengambil langkah tegas.
"Kalau pun tidak bisa ditindak kami berharap, antara pengguna Pertalite sehari-hari dan para pengecer seharusnya dipisahkan untuk tempat dan jam pengisiannya," harapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola SPBU terkait keluhan dan usulan pemisahan jam pengisian tersebut.