KALIMANTAN BARAT — Rapat paripurna yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Lima Puluh, itu berjalan mulai pukul 10.00 WIB. Wakil Ketua DPRD Nurhaji dan Rodial turut mendampingi pimpinan rapat, sementara Plt Sekretaris DPRD Hardiman Sihombing, M.SP memastikan agenda berjalan lancar.
Aspirasi dari Tiga Dapil: Infrastruktur hingga Kesejahteraan
Laporan reses disampaikan bergantian oleh perwakilan tiap dapil. Dapil IV yang dibacakan Makhdalena Sianipar, SH menyoroti kebutuhan warga Kecamatan Sei Balai. Anggota dewan mengunjungi 13 desa, termasuk Desa Mekar Mulio, Desa Benteng Jaya, dan Perk. Sei Bejangkar.
Sementara itu, Dapil V melalui Syaiful Bakhari turun ke Kecamatan Medang Deras. Wilayah ini mencakup 18 desa dan 3 kelurahan, seperti Desa Aek Nauli, Desa Sei Rakyat, Kelurahan Pangkalan Dodek, dan Pagurawan.
Dapil VI diwakili Leonardo Hadi Wijaya Purba, S.ST yang menggelar pertemuan di Kecamatan Sei Suka dan Laut Tador. Sebanyak 17 desa, 1 kelurahan, dan 1 desa perkebunan dikunjungi, termasuk Desa Kwala Tanjung, Desa Tanjung Gading, dan Desa Laut Tador.
Persoalan Warga Bakal Diteruskan ke Pemkab
Kesimpulan yang ditegaskan dari seluruh dapil seragam: meneruskan semua permasalahan yang ditemui di lapangan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara. Usulan masyarakat tersebut nantinya dijadikan bahan pertimbangan dalam pembahasan APBD untuk dua tahun anggaran ke depan.
Langkah ini menjadi jembatan antara kebutuhan warga di tingkat akar rumput dengan kebijakan eksekutif. Terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan dan pesisir, dua sektor utama penopang ekonomi Batu Bara.
Dengan masuknya aspirasi ini ke dokumen perencanaan daerah, warga berharap program prioritas seperti perbaikan akses jalan produksi, irigasi, hingga bantuan modal usaha bisa terealisasi. Proses pembahasan APBD 2026-2027 pun akan menjadi ajang bagi dewan untuk memperjuangkan skala prioritas kebutuhan tersebut.