KALIMANTAN BARAT — Keputusan pembatalan ini diambil setelah jarak pandang di Bandara Singkawang (SKJ) turun drastis ke kisaran 2.000-3.000 meter, jauh di bawah batas aman operasional penerbangan. Data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat, pada 16 Agustus saja, total 594 penumpang dari empat rute penerbangan TransNusa dan Super Air Jet tujuan Jakarta-Singkawang dan sebaliknya gagal terbang.
Dampak serupa kembali terjadi pada 18-19 Agustus dengan jumlah penumpang yang hampir sama, membuat total akumulasi penumpang terdampak mencapai angka ribuan dalam kurun waktu empat hari. Para penumpang yang terdampak mendapatkan kompensasi berupa pengembalian dana penuh atau pengubahan jadwal penerbangan gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan masing-masing maskapai.
Menhub: Faktor Alam di Luar Kendali Maskapai
Dudy menjelaskan, pembatalan bukanlah keinginan maskapai, melainkan situasi force majeure yang dituntut kondisi alam demi keselamatan. "Karena kondisi cuaca itu kan ada force majeure tentunya ya. Bukan karena memang keinginan mereka untuk membatalkan tapi karena situasi alam yang menuntut mereka harus membatalkan demi keselamatan," ujarnya di Jakarta Selatan, Jumat (21/8).
Keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan operasional penerbangan bersifat dinamis dan bergantung pada informasi cuaca terkini dari BMKG. "Kalau kondisi asap itu tidak menghalangi take-off landing, kita persilakan, tapi kalau menghalangi sesuai dengan informasi BMKG ya kita tidak lakukan," tegas Dudy.
Bandara Iskandar Pangkalan Bun Juga Terdampak
Gangguan asap karhutla tidak hanya melumpuhkan Bandara Singkawang. Di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, kabut asap menyebabkan keterlambatan signifikan pada empat rute penerbangan NAM Air. Penerbangan dari Jakarta (CGK) ke Pangkalan Bun (PKN) yang dijadwalkan pukul 07.00 WIB mundur hampir dua jam menjadi 08.50 WIB.
Keterlambatan beruntun juga terjadi pada rute PKN-SRG, SRG-PKN, dan PKN-SUB pada periode yang sama. Kemenhub menyatakan pemantauan ketat terus dilakukan di sejumlah bandara lain di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara, dengan sebagian masih beroperasi normal.
Alternatif Transportasi dan Koordinasi Antarpihak
Bagi masyarakat yang hendak bepergian ke wilayah terdampak, Menhub menyebut kapal laut menjadi alternatif transportasi yang dapat digunakan. "Ya, tapi mungkin juga bisa menggunakan yang lain seperti misalnya kapal itu kan bisa," ujar Dudy.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, maskapai, AirNav Indonesia, dan BMKG untuk memantau perkembangan karhutla. "Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan," kata Lukman dalam keterangan resminya.
Kemenhub mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi jadwal penerbangan secara berkala dan menghubungi maskapai terkait untuk pembaruan status penerbangan, karena penyesuaian jadwal dapat berubah mengikuti kondisi aktual di lapangan.