PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, secara resmi menyambut kedatangan ribuan kader dan legislator Partai Hanura dari seluruh penjuru Indonesia di Kota Pontianak. Agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional Anggota DPRD Partai Hanura ini menjadi peristiwa bersejarah bagi Bumi Khatulistiwa yang dimulai pada Jumat (1/5/2026) malam.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), atas penunjukan Pontianak sebagai tuan rumah. Momentum ini dianggap sebagai peluang strategis untuk memperkenalkan potensi Kalbar di kancah nasional melalui acara berskala besar.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ketua Umum Partai Hanura, Bapak Oesman Sapta, yang telah menjadikan Kalimantan Barat sebagai tuan rumah kegiatan Bimbingan Teknis Nasional ini,” ujar Ria Norsan di hadapan para peserta.
Kehadiran ribuan tamu dari luar daerah secara serentak memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi Kota Pontianak. Ria Norsan menyebut fenomena lonjakan kunjungan legislator dalam satu waktu ini sebagai hal baru yang langsung menggerakkan sektor riil, terutama perhotelan dan jasa boga.
Peningkatan aktivitas ekonomi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada masa acara, tetapi juga meninggalkan kesan positif bagi para peserta. Gubernur optimistis bahwa perputaran uang selama kegiatan berlangsung akan meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan pada kuartal ini.
“Ini adalah suatu kebanggaan bagi kami. Dengan hadirnya Bapak dan Ibu sekalian, Kota Pontianak menjadi sangat ramai, sehingga pertumbuhan ekonomi kita dipastikan semakin naik,” jelas Norsan.
Di sela sambutannya, Gubernur sempat mencairkan suasana dengan menyinggung mitos melegenda tentang Sungai Kapuas. Ia berkelakar bahwa siapapun yang sudah mencicipi air Kapuas pasti akan rindu untuk kembali berkunjung ke Pontianak, sebagaimana tokoh nasional Rocky Gerung yang telah berulang kali datang.
Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), memberikan orasi politik yang menggetarkan suasana Bimtek. Tokoh nasional asal Kalimantan Barat ini menekankan bahwa setiap anggota DPRD terpilih memikul tanggung jawab moral yang besar terhadap konstituen di daerah masing-masing.
OSO mengingatkan agar para legislator tidak terjebak dalam zona nyaman setelah berhasil menduduki kursi jabatan. Ia menegaskan bahwa kualitas kerja jauh lebih penting daripada sekadar jumlah kursi di parlemen. Kader Hanura dituntut menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kemakmuran rakyat di daerah pemilihan.
“Walaupun kita sedikit, kita jangan mau kalah! Kita harus berkualitas. Banyak yang hanya 'tidur' setelah menjadi anggota DPRD. Saya tidak ingin itu terjadi di Hanura. Saudara-saudara yang sudah diberikan amanah harus berjuang habis-habisan untuk kepentingan daerah,” tegas OSO.
Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan lapangan kerja dan memperbaiki taraf hidup masyarakat di tengah ketidakpastian situasi global. OSO meminta seluruh kader untuk menjaga integritas partai dengan bekerja nyata dan tidak sekadar menikmati fasilitas negara.
“Saudara harus berpihak kepada daerah! Berikan kemakmuran, perbaiki kehidupan, dan ciptakan lapangan kerja untuk rakyat di daerah. Jangan sampai saudara hanya menikmati kehidupan dan fasilitas sebagai anggota DPRD,” serunya.
Bimtek Nasional ini dirancang sebagai wadah penguatan kapasitas bagi para wakil rakyat dari Partai Hanura. Selain aspek politik, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi untuk melahirkan gagasan pembangunan yang bisa diimplementasikan di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi.
Gubernur Ria Norsan berharap hasil dari pertemuan besar ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia secara umum. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislator dinilai krusial untuk memastikan kebijakan pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat bawah.
Kegiatan yang berlangsung di jantung Kota Pontianak ini diharapkan berjalan lancar hingga penutupan. Fokus utama tetap pada peningkatan kompetensi legislator agar mampu menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi secara optimal berbasis hati nurani.