BMKG Kalbar Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Petir di 10 Wilayah

Penulis: Mustofa Kamal  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 11:05:01 WIB
BMKG Kalbar mengimbau kewaspadaan terhadap hujan lebat dan petir di 10 wilayah provinsi.

PONTIANAK — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di Kalimantan Barat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca drastis dalam 24 jam ke depan. Berdasarkan prakiraan terbaru yang berlaku mulai Kamis, 7 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi menyapu sebagian besar kabupaten/kota di provinsi ini.

Laporan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio menunjukkan bahwa fenomena cuaca ini tidak hanya membawa curah hujan tinggi, tetapi juga disertai petir dan angin kencang. Peningkatan intensitas cuaca ini terpantau lebih signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya, yang dipicu oleh tingginya kelembaban udara di wilayah ekuator.

Sebaran Wilayah Terdampak Hujan Lebat dan Petir

Hujan lebat dengan durasi panjang diprediksi terjadi di wilayah Kalimantan Barat bagian timur dan tengah. Beberapa daerah yang masuk dalam zona waspada meliputi:

  • Kabupaten Ketapang
  • Kabupaten Sintang
  • Kabupaten Kapuas Hulu
  • Kabupaten Sekadau
  • Kabupaten Melawi

Di wilayah-wilayah tersebut, hujan diperkirakan turun merata sepanjang hari. Sementara itu, untuk wilayah Sambas, Bengkayang, dan Landak, BMKG mendeteksi adanya potensi hujan lebat yang terjadi secara berulang mulai dari pagi hingga dini hari.

Untuk pusat aktivitas ekonomi seperti Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, hujan disertai petir diprediksi muncul pada siang hingga malam hari. Warga di dua wilayah ini diimbau mengantisipasi genangan air yang sering muncul saat intensitas hujan meningkat tajam dalam durasi singkat.

Analisis Kelembapan Udara dan Kecepatan Angin

Data teknis BMKG menunjukkan suhu udara di Kalimantan Barat berada pada rentang 23 hingga 31 derajat Celsius. Angka kelembaban udara terpantau sangat tinggi, yakni mencapai 69 hingga 100 persen. Kondisi ini menjadi faktor utama yang mempercepat pembentukan awan hujan intens (Cumulonimbus) di atas langit Kalbar.

Kecepatan angin secara umum berkisar antara 7 hingga 22 km/jam. Namun, hembusan angin tertinggi diprediksi terjadi di wilayah pesisir, khususnya Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Angin kencang yang datang tiba-tiba sebelum hujan seringkali menjadi pemicu kerusakan pada bangunan semi-permanen maupun pohon tumbang.

Langkah Mitigasi dan Keselamatan Warga

BMKG secara resmi mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan ketika awan gelap mulai pekat. Penggunaan perangkat elektronik saat terjadi petir juga perlu diwaspadai untuk menghindari risiko sambaran listrik.

"Masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu," tulis Tim Liputan BMKG dalam keterangan resminya.

Selain ancaman petir, warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) dan wilayah perbukitan diminta bersiaga menghadapi potensi banjir luapan serta tanah longsor. Koordinasi dengan otoritas penanggulangan bencana setempat sangat disarankan bagi warga yang bermukim di titik rawan bencana. Pemantauan informasi cuaca secara berkala dapat dilakukan melalui kanal resmi BMKG untuk menyesuaikan jadwal aktivitas harian.

Reporter: Mustofa Kamal
Back to top