Ria Norsan Lepas 1.858 Jemaah Haji Kalbar, Pontianak Kuota Terbanyak

Penulis: Luqman Arif  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09:02 WIB
Gubernur Ria Norsan melepas 1.858 jemaah haji asal Kalbar menuju Tanah Suci.

Pelepasan ribuan jemaah ini menandai dimulainya fase pemberangkatan haji asal Kalimantan Barat menuju Tanah Suci. Berdasarkan data final Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD), total jemaah yang siap berangkat mencapai 1.858 orang, menyusut tipis dari kuota awal 1.861 orang setelah dilakukan penyesuaian kondisi terakhir jemaah.

Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen penuh mengawal pelayanan jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Ia menyebut penyelenggaraan haji bukan sekadar urusan administrasi rutin, melainkan tanggung jawab pelayanan kemanusiaan yang besar.

Rincian Kuota: Kota Pontianak Kirim 1.474 Jemaah Reguler

Dominasi jemaah tahun ini berasal dari Kota Pontianak dengan jumlah 1.474 jemaah reguler dan 25 lansia. Sebaliknya, sejumlah kabupaten mencatatkan angka keberangkatan yang jauh lebih kecil, seperti Kapuas Hulu yang hanya mengirimkan 1 jemaah reguler ditambah 5 lansia pada musim haji kali ini.

Berikut rincian komposisi jemaah dari berbagai daerah di Kalimantan Barat:

  • Kota Pontianak: 1.474 jemaah reguler, 25 lansia.
  • Singkawang: 122 jemaah reguler, 2 lansia.
  • Kubu Raya: 36 jemaah reguler, 22 lansia.
  • Sintang: 38 jemaah reguler, 10 lansia.
  • Mempawah: 18 jemaah reguler, 10 lansia.
  • Ketapang: 14 jemaah reguler, 7 lansia.
  • Sambas: 13 jemaah reguler, 5 lansia.
  • Sanggau & Melawi: Masing-masing 11 dan 12 jemaah reguler.
  • Daerah Lain: Bengkayang (8), Kayong Utara (9), Landak (2), Sekadau (2), dan Kapuas Hulu (1).

Jadwal Keberangkatan dan Pembagian Lima Kelompok Terbang

Proses pemberangkatan dari Pontianak menuju Batam dijadwalkan berlangsung marathon selama lima hari, mulai 5 hingga 10 Mei 2026. Seluruh jemaah akan diangkut menggunakan maskapai Lion Air menuju Embarkasi Batam, sebelum melanjutkan penerbangan ke Jeddah dengan Saudi Arabia Airlines.

Kloter BTH-14 menjadi rombongan pertama yang masuk Asrama Haji Pontianak pada 4 Mei 2026. Kloter ini merupakan gabungan jemaah dari Singkawang, Sambas, Sanggau, Landak, Bengkayang, dan sebagian Kota Pontianak. Sementara itu, Kloter BTH-15 hingga BTH-17 akan didominasi oleh jemaah asal Pontianak dan Kubu Raya.

“Kloter BTH-18 akan menjadi rombongan terakhir yang berangkat. Ini merupakan kloter gabungan dari tujuh kabupaten, mulai dari Sintang hingga Sekadau,” ungkap data PPIHD Kalbar.

Pesan Gubernur: Jaga Fisik dan Nama Baik Daerah

Mengingat tantangan cuaca dan kepadatan aktivitas di Tanah Suci, Ria Norsan meminta jemaah untuk tidak memaksakan diri dan terus memantau kondisi kesehatan. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah fisik yang memerlukan stamina stabil selama 40 hari perjalanan.

“Saya mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta menjaga kekompakan. Bapak dan ibu sekalian adalah duta bangsa, mohon jaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci,” ujar Ria Norsan di hadapan para jemaah.

Tahun ini, pemerintah mengusung tema haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Gubernur menginstruksikan para petugas haji daerah untuk memberikan pendampingan ekstra, terutama bagi 93 jemaah lansia yang masuk dalam kategori prioritas. Kesabaran petugas menjadi kunci kelancaran ibadah bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik.

Mayoritas jemaah asal Kalimantan Barat dilaporkan memilih skema haji tamattu. Skema ini mengharuskan jemaah melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu sebelum prosesi haji, yang juga berimplikasi pada kewajiban membayar dam sesuai ketentuan syariah.

Reporter: Luqman Arif
Back to top