Warga Entikong Geruduk Polres Sanggau Tuntut Pembebasan Pekerja Tambang

Penulis: Oman Sudirman  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 13:39:01 WIB
Ratusan warga Desa Semanget mendatangi Mapolres Sanggau untuk menyampaikan tuntutan pembebasan pekerja tambang.

SANGGAU — Ratusan warga Desa Semanget, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau memadati halaman Mapolres Sanggau menggunakan truk, bus, dan kendaraan pribadi pada Senin (4/5/2026). Kedatangan massa bertujuan untuk meminta pihak kepolisian membebaskan dua pekerja tambang emas yang diamankan aparat beberapa waktu lalu.

Massa Desak Pembebasan Dua Pekerja Tambang Ilegal

Massa tiba di lokasi secara beriringan dan langsung menyampaikan aspirasi di depan Mapolres Sanggau. Mereka menuntut kejelasan nasib dua rekan mereka yang ditangkap saat melakukan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah tersebut.

Aparat kepolisian melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi untuk memastikan aksi berlangsung tertib. Guna meredam situasi, pihak kepolisian kemudian memfasilitasi sejumlah perwakilan warga untuk melakukan audiensi dan menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pejabat polres.

Kapolres Sanggau Koordinasi dengan Polda Kalimantan Barat

Kapolres Sanggau, Sudarsono, menjelaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi penindakan yang dilakukan oleh Polda Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa langsung mengambil keputusan sepihak karena perkara ini melibatkan otoritas di tingkat provinsi.

"Karena ini bagian dari operasi Polda Kalbar, kami masih berkoordinasi. Keputusan terkait tuntutan tersebut akan kami sampaikan dalam tiga hari ke depan," ujar Sudarsono saat memberikan keterangan resmi kepada massa.

Pernyataan tersebut menjadi titik temu sementara antara warga dan pihak kepolisian. Massa meminta agar proses koordinasi dilakukan secara transparan mengingat dampak sosial yang dirasakan keluarga pekerja yang diamankan.

Kondisi Terkini di Mapolres Sanggau Pasca-Aksi

Meski sempat diwarnai desakan kuat dari pengunjuk rasa, situasi di Mapolres Sanggau tetap terkendali. Warga akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah mendapatkan penjelasan dari Kapolres, meski beberapa perwakilan tetap memantau perkembangan kasus di lapangan.

Hingga Senin sore, situasi di sekitar lokasi terpantau kondusif dan arus lalu lintas kembali normal. Namun, aparat kepolisian tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan lanjutan sebelum keputusan resmi dikeluarkan dalam tiga hari mendatang.

Reporter: Oman Sudirman
Back to top