MEMPAWAH — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 di Desa Sepang membawa perubahan signifikan bagi ekosistem ekonomi mikro. Selain fokus pada sasaran fisik pembangunan infrastruktur, aktivitas harian ratusan personel di lapangan memicu perputaran uang yang lebih cepat di tingkat desa.
Warung-warung kelontong dan kedai makan milik warga kini mulai ramai dikunjungi anggota Satgas untuk memenuhi kebutuhan harian. Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi sebelum program dimulai, di mana aktivitas perdagangan di wilayah tersebut cenderung pasif.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampak positif tersebut adalah Ibu Suryati (57). Warga Desa Sepang ini mengaku volume penjualan di warungnya meningkat drastis sejak kedatangan prajurit TNI ke wilayah mereka.
“Alhamdulillah, sejak ada kegiatan TMMD, dagangan kami jadi lebih laris. Bapak-bapak TNI sering singgah dan membeli di warung kami, ini sangat membantu kami,” ungkap Suryati, Selasa (5/5/2026).
Interaksi rutin antara personel Satgas dan pedagang lokal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan secara finansial. Hubungan sosial antara masyarakat dan TNI juga semakin erat melalui percakapan santai di sela-sela waktu istirahat pembangunan.
Langkah ini sejalan dengan tema besar TMMD Reguler ke-128 Kodim 1201/Mempawah, yakni “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”. Program ini dirancang untuk mengolaborasikan pembangunan infrastruktur fisik dengan penguatan sektor ekonomi masyarakat pedesaan.
Perwakilan anggota Satgas TMMD menegaskan bahwa keberadaan mereka di Desa Sepang memiliki misi ganda. Selain mengejar target penyelesaian proyek fisik, kehadiran TNI diharapkan mampu memberikan stimulan bagi pertumbuhan UMKM lokal agar lebih berkembang ke depannya.
“Kami berharap kehadiran kami bisa membantu masyarakat, termasuk mendukung UMKM lokal agar terus berkembang,” ujar salah satu anggota Satgas.
Melalui momentum TMMD ke-128 ini, pemerintah daerah dan Kodim 1201/Mempawah menargetkan Desa Sepang memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat. Pembangunan jalan atau sarana publik yang sedang dikerjakan diharapkan menjadi urat nadi distribusi hasil bumi dan produk UMKM warga di masa mendatang.