PONTIANAK — Ratusan peserta ajang otomotif Kalimantan Tribute 2026 akhirnya menuntaskan perjalanan ribuan kilometer melintasi medan berat Pulau Borneo. Kawasan Tugu Khatulistiwa dipilih menjadi lokasi pamungkas untuk menyambut para petualang yang menggunakan kendaraan 4x4 tersebut.
Ekspedisi berskala internasional ini diikuti oleh 15 peserta mancanegara dan 145 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Kehadiran mereka dianggap sebagai momentum penting bagi Pemerintah Kota Pontianak untuk memperkenalkan potensi wisata daerah ke level global.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melihat kedatangan para peserta bukan sekadar seremoni penutupan ajang otomotif. Ia secara khusus mengajak para petualang untuk merasakan langsung denyut kehidupan kota melalui budaya minum kopi dan ragam kuliner lokal yang tersebar di penjuru kota.
“Silakan nikmati kopi yang ada di warung kopi maupun coffee shop di kota ini, atau ingin mencoba kuliner yang banyak tersedia di penjuru kota, dan rasakan sensasi menyeberangi Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia,” pesannya.
Edi berharap para peserta tidak langsung pulang, melainkan meluangkan waktu menikmati suasana Pontianak. Menurutnya, kota ini telah berbenah untuk menjadi destinasi wisata yang inklusif, berkelanjutan, dan memiliki situs sejarah yang telah dikenal dunia.
Pemilihan Tugu Khatulistiwa sebagai titik finis dinilai memiliki makna mendalam. Perjalanan melintasi daratan Kalimantan dengan kendaraan 4x4 bukan hanya soal menaklukkan medan alam, tetapi juga menguji aspek mental dan spiritual para peserta selama di perjalanan.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Kalimantan Tribute 2026. Merupakan satu kehormatan bagi kami bahwa ekspedisi lintas Borneo ini memilih Tugu Khatulistiwa sebagai titik finish perjalanan,” ujar Edi.
Ia menambahkan bahwa semangat petualangan ini mampu melampaui batas wilayah dan budaya. Edi menitipkan pesan agar para peserta membagikan pengalaman positif mereka mengenai keramahan warga dan harmoni di Pontianak saat kembali ke negara atau daerah masing-masing.
“Ceritakan kepada dunia bahwa di tengah Pulau Kalimantan terdapat sebuah kota yang membelah garis khatulistiwa dengan penuh harmoni yaitu Pontianak,” tutupnya.