SINTANG — Pemerintah Kabupaten Sintang melepas keberangkatan 33 jamaah calon haji (JCH) yang dijadwalkan terbang menuju Jeddah pada Minggu, 10 Mei 2026. Para jamaah ini merupakan bagian dari Kloter 18 BTH yang akan bergabung dengan jamaah asal Riau dalam kelompok terbang Nusantara.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, H. Kholiq menyebutkan bahwa komposisi jamaah tahun ini didominasi oleh warga dari Kecamatan Sintang sebanyak 18 orang. Sisanya berasal dari Kecamatan Dedai 4 orang, Binjai Hulu 3 orang, Sungai Tebelian 3 orang, Kelam Permai 2 orang, serta masing-masing satu orang dari Tempunak dan Sepauk.
Dalam rombongan tahun ini, terdapat rentang usia yang cukup mencolok di antara para jamaah. Dimas Fajar Pranaya yang berusia 25 tahun tercatat sebagai jamaah termuda, sementara predikat jamaah tertua disandang oleh Suginem Mijo Martodrono yang telah menginjak usia 80 tahun.
H. Kholiq menjelaskan bahwa sebagian besar dari mereka yang berangkat tahun ini adalah warga yang telah menunjukkan kesabaran panjang dalam antrean religi. "Sebagian calon jamaah haji asal Sintang telah mendaftar sejak tahun 2013," ungkapnya saat memberikan laporan keberangkatan.
Meskipun Kabupaten Sintang awalnya memperoleh jatah kuota sebanyak 38 orang, namun hanya 33 orang yang dipastikan berangkat ke Tanah Suci. Sebanyak lima orang dipastikan batal berangkat karena berbagai kendala teknis dan kondisi kesehatan.
H. Kholiq merincikan alasan di balik berkurangnya jumlah jamaah tersebut:
Penurunan jumlah jamaah haji asal Sintang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya juga dipengaruhi oleh kebijakan regulasi terbaru. Saat ini, pembagian kuota tidak lagi menggunakan sistem jatah per kabupaten secara kaku, melainkan sistem proporsional di tingkat provinsi.
"Tidak lagi menganut sistem kuota kabupaten tetapi kuota provinsi," tegas H. Kholiq. Hal ini membuat jumlah warga yang berangkat sangat bergantung pada urutan daftar tunggu di tingkat Provinsi Kalimantan Barat secara keseluruhan.
Rombongan telah bertolak dari Sintang menuju Pontianak untuk menginap satu malam di Asrama Haji Pontianak. Selanjutnya, mereka akan terbang menuju Batam pada Sabtu (9/5) pukul 09.00 WIB, sebelum akhirnya lepas landas menuju Jeddah pada Minggu pagi pukul 07.25 WIB. Jika sesuai jadwal, jamaah dijadwalkan kembali ke tanah air pada 20 Juni 2026.
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, mengingatkan para jamaah agar menjaga stamina dan fokus pada ibadah selama berada di Arab Saudi. Ia menekankan pentingnya menjaga etika sebagai perwakilan daerah di kancah internasional.
"Tampilkan akhlak yang santun, penuh kesabaran, dan tawaduh sebagai cermin umat Islam yang rahmatan lil alamin dan menaati seluruh aturan serta arahan dari petugas haji," pesan Ronny saat prosesi pelepasan.
Ia juga menitipkan pesan khusus kepada petugas haji daerah agar memberikan pelayanan maksimal kepada jamaah, terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut, demi kelancaran ibadah hingga kembali ke Kabupaten Sintang.