BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Kalbar, Kapuas Hulu hingga Sintang Waspada Hujan Petir

Penulis: Mustofa Kamal  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 18:30:01 WIB
BMKG memperingatkan potensi hujan petir di Kapuas Hulu dan wilayah Kalbar lainnya pada 12-13 Mei 2026.

PONTIANAK — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio memetakan risiko cuaca di Kalimantan Barat untuk periode Selasa (12/5/2026) pukul 07.00 WIB hingga Rabu (13/5/2026) pagi. Sebagian besar wilayah provinsi ini diprediksi masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Kabupaten Kapuas Hulu menjadi perhatian utama dalam prakiraan terbaru ini. Wilayah tersebut berpotensi mengalami hujan petir dengan durasi yang tergolong cukup lama, mulai dari siang hari hingga memasuki waktu dini hari.

Daftar Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem di Kalimantan Barat

Selain Kapuas Hulu, beberapa kabupaten lain di jalur timur dan wilayah pesisir Kalimantan Barat juga masuk dalam zona waspada. BMKG merinci wilayah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Sintang, Sanggau, Sekadau, Kubu Raya, hingga Kayong Utara.

Khusus untuk wilayah Sintang dan Sanggau, hujan lebat disertai kilat atau petir diprediksi akan mengguyur pada malam hari. Kondisi ini memerlukan perhatian ekstra bagi warga yang tinggal di daerah rawan genangan maupun bantaran sungai.

Sementara itu, Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya diperkirakan mengalami kondisi cuaca yang sedikit lebih ringan. Kedua wilayah ini diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada waktu sore dan malam hari.

Data Teknis BMKG: Kelembaban Udara Capai 100 Persen

Berdasarkan catatan teknis Stasiun Meteorologi Supadio, suhu udara di Kalimantan Barat saat ini berada di kisaran 18 hingga 32 derajat Celcius. Angka kelembaban udara terpantau sangat tinggi, yakni mencapai level maksimal 100 persen di sejumlah titik.

Kecepatan angin di wilayah terdampak bergerak di kisaran 8 hingga 23 kilometer per jam. Kondisi atmosfer yang lembab ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghadirkan angin kencang secara tiba-tiba saat hujan turun.

Imbauan Keselamatan bagi Warga dan Pengendara Malam Hari

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak sekunder dari cuaca ekstrem, seperti munculnya genangan air di jalan raya atau pemukiman. Ancaman petir dan angin kencang juga menjadi risiko utama bagi warga yang masih beraktivitas di luar ruangan.

Para pengendara yang melintas di jalur antar-kabupaten pada malam hari diharapkan lebih berhati-hati. Penurunan jarak pandang akibat hujan lebat serta kondisi jalan yang licin dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di jalan trans-Kalimantan.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: kalbarnews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top