89 Putra-Putri Kalbar Diberangkatkan ke Cina untuk Pelatihan Aluminium, 14 Orang Asli Kayong Utara

Penulis: Mustofa Kamal  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15:50 WIB
Sebanyak 89 putra-putri Kalbar diberangkatkan ke Cina untuk pelatihan teknologi pengolahan aluminium selama tiga bulan.

PONTIANAK — Sebanyak 89 putra-putri Kalimantan Barat resmi diberangkatkan ke Cina, Kamis (14/5/2026), untuk mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium selama tiga bulan. Program ini merupakan bagian dari Operations Development Program (ODP) PT Dharma Inti Bersama yang bertujuan menyiapkan tenaga kerja lokal untuk industri hilirisasi aluminium di Kabupaten Kayong Utara.

Pelatihan Bahasa Mandarin Jadi Syarat Awal

Para peserta yang terbang dari Bandara Supadio Pontianak itu merupakan bagian dari 140 orang yang lolos seleksi. Sebelum berangkat, mereka menjalani pelatihan Bahasa Mandarin selama tiga bulan melalui kerja sama Universitas Tanjungpura, Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama, dan pihak perusahaan.

Dari total peserta yang diberangkatkan, sebanyak 14 orang merupakan putra-putri asli Kayong Utara. Setelah menyelesaikan pelatihan dan memperoleh sertifikasi keahlian, mereka direncanakan langsung bekerja di kawasan industri aluminium KIPP.

Investasi Jangka Panjang Perusahaan untuk SDM Lokal

Perwakilan manajemen PT Dharma Inti Bersama, Rasnius Pasaribu, menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang perusahaan dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

“Teknologi yang dipelajari para peserta di Cina nantinya akan diterapkan secara langsung dalam operasional industri hilirisasi aluminium di KIPP,” ujarnya. Menurut Rasnius, pengembangan industri tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan investasi, tetapi juga kesiapan tenaga kerja yang mampu menguasai teknologi modern.

Pemda dan DPD RI Dorong Peserta Pulang Membangun Daerah

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kayong Utara, A. Azahari, yang mewakili Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada PT Dharma Inti Bersama dan PT Harita. Ia berharap para peserta dapat menyerap ilmu, kedisiplinan, dan etos kerja tinggi selama di Cina.

“Pemerintah daerah berharap adik-adik sekalian dapat menyerap ilmu pengetahuan, kedisiplinan, serta etos kerja tinggi selama di Cina. Jadikan ini kesempatan emas untuk mengembangkan potensi diri dan ikut serta membangun Kabupaten Kayong Utara,” kata Azahari.

Dukungan serupa datang dari Anggota DPD RI perwakilan Kalbar, Daud Yordan, serta Wakil Ketua Komisi V DPRD Kalimantan Barat, Yuliani. Keduanya menekankan pentingnya komitmen para peserta untuk kembali ke tanah air setelah masa pelatihan selesai.

“Tugas utama kalian setelah menimba ilmu sedalam-dalamnya di sana adalah pulang. Bangun daerah kita sendiri, majukan industri di Kalimantan Barat,” tegas Daud Yordan di hadapan peserta dan keluarga yang turut mengantar.

Peserta Asal Kayong Utara: Ingin Membangun Kampung Halaman

Salah satu peserta asal Kayong Utara, Yusril Damara, lulusan Politeknik Negeri Pontianak, mengaku bangga mendapat kesempatan ini. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat membantu mempercepat kemajuan industri smelter di kampung halamannya.

“Saya ingin membangun daerah asal saya, Kayong Utara. Saya berharap daerah kita bisa semakin maju dengan adanya keberadaan smelter ini,” ungkapnya.

Program pengiriman peserta ODP ke Cina ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya tenaga kerja lokal Kalimantan Barat yang profesional dan siap bersaing di sektor industri modern berbasis hilirisasi sumber daya alam.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: suaranusantara.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top